Sukses

'Run to Remember', Lari 5 Kilometer untuk Ingat Kasus HAM

Merebaknya kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi latarbelakang dari acara Run To Remember yang digelar di Jakarta Minggu 2 Februari ini. Acara yang digagas oleh Barisan Pengingat ini berhasil mengumpulkan lebih dari 500 masyarakat dan aktivis HAM.

"Kami memang membuka pendaftaran untuk 500 orang. Kemungkinan jumlah ini bertambah, karena kami memempersilakan setiap orang utk turut bergabung dalam R2R meski belum terdaftar. Setiap orang dipersilakan utk turut serta dengan memakai kaos putih," kata Penggagas Gerakan Budaya "Barisan Pengingat", Okky Madasari saat dihubungi Tim Liputan6.com, Minggu (2/2/2014).

Barisan Pengingat merupakan gerakan kebudayaan dari generasi muda yang lahir dari kegelisahan tidak selesainya kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

"Melalui cara-cara yang khas anak muda, dengan menggunakan pendekatan budaya, Barisan Pengingat hendak mengubah kegelisahan menjadi sebuah kesadaran bersama tentang pentingnya penghargaan pada HAM, nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan," katanya.

Ajang lari ini merupakan kegiatan lari pertama di Indonesia yang menempatkan isu HAM dan keadilan sebagai dasar dan tujuan kegiatan.

Okky berharap kegiatan ini dapat muncul kesadaran baru untuk bergerak bersama menuntut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM dan melawan ketidakadilan. Ini merupakan kegiatan lari pertama di Indonesia yang menempatkan isu HAM dan keadilan sebagai dasar dan tujuan kegiatan.

"Dengan berlari bersama sejauh 5 kilometer, peserta diajak untuk mengingat, peduli, dan mempertanyakan kasus-kasus HAM dan ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat," harap Okky.

(Mia/Mel)