Sukses

Catatan Dokter: Taufiq Kiemas, Kambuhnya Sakit Karena Kelelahan

Meninggalnya Ketua MPR Taufiq Kiemas diduga karena kelelahan akut. Berikut ulasan dokter tentang kambuhnya penyakit kronis akibat kelelahan.

Meninggalnya Ketua MPR Taufiq Kiemas pada Sabtu 8 Juni 2013 diduga karena kelelahan akut. Berikut ulasan dokter tentang hikmah kepergian Taufiq Kiemas, karena kambuhnya penyakit kronis akibat kelelahan.

Taufiq Kiemas sendiri berulang kali masuk rumah sakit karena masalah jantung dan pernah terkena serangan stroke. Taufiq Kiemas meninggal di usia 70 tahun.

Berikut tulisan dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH:

Kita diberi hari libur untuk beristirahat, cuma masalahnya apakah kita benar-benar memanfaatkan hari libur untuk beristirahat. Jika tubuh tidak diberi kesempatan untuk beristirahat maka tubuh akan mengalami kelelahan.

Kelelahan dapat menurunkan daya tahan tubuh turun dan mencetuskan kambuhnya berbagai penyakit kronis yang kita miliki. Kita sering mendengar bahwa seseorang mengalami infeksi karena dicetuskan oleh karena kelelahan atau pennyakit kronisnya kambuh karena kelelahan.

Umur seseorang juga mustinya juga bisa menjadi tolak ukur untuk seseorang melakukan aktifitas, cuma sekali lagi kadang kala kita lupa faktor umur merupakan salah satu faktor bagi seseorang untuk mulai  mengalami keterbatasan dalam melakukan aktifitas.

Pertanyaan klasik yang sering kali timbul dari pasien: Dok  kok saya cepat lelah dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa padahal pada saat muda semua pekerjaan bisa saya kerjakan. Rambut putih, kondisi fisik yang mulai melemah, aktifitas seksual yang menurun bisa menjadi patokan bahwa seseorang sudah semakin tua dan sudah mengalami hendaya untuk melakukan aktifitas.

Umur di atas 60 tahun berhubungan dengan berbagai risiko penyakit. Berbagai penyakit kanker menggunakan batasan umur 60 tahun untuk menentukan peningkatan risiko penyakit kanker. Gangguan pada lambung dan saluran pencernaan  akan meningkat pada pasien yang berusia 60 tahun jika  menggunakan obat rematik.

Jadi usia 60 tahun menjadi parameter berbagai risiko penyakit. Pasien di atas 60 tahun juga berisiko untuk terjadinya penyakit kencing manis dan hipertensi. Kelompok umur diatas 60 tahun juga berisiko untuk terjadinya gangguan ginjal. Bertambahnya umur terutama di atas 60 tahun menjadi patokan bahwa akan ada faktor risiko yang kita dapat saat umur sudah di atas 60 tahun.

Apalagi bagi seseorang yang sudah kita sebut sebagai pasien geriatri yaitu pasien dengan umur sudah di atas 60 tahun disertai gangguan multi-patologi yaitu sudah menderita beberapa penyakit kronis.

Kadang kala kita yang berada disekitar pasien geriatri harus selalu mengingatkan pasien geriatri tersebut karena berpotensi mengalami kekambuhan penyakitnya. Kita harus menyadari bahwa kehidupan manusia ada tahapan-tahapannya dan disaat kita uzur maka tugas kita lebih banyak jadi penasehat dari pada pelaksana langsung. Kalaupun jadi pelaksana dengan beban yang sudah minimal. Karena walau bagaimana orang yang sudah geriatri tetap diminta untuk selalu berpikir agar tidak mudah pikun (Alzheimer).

Penyakit kronis terutama sakit jantung apalagi pada seseorang yang sudah mengalami gagal jantung berulang memang selalu diminta untuk mengurangi aktifitasnya baik fisik maupun psikis.

Jantung bekerja untuk memompa darah keseluruh tubuh dan menerima darah dari seluruh tubuh untuk dikirim ke paru-paru untuk dibersihkan. Kerja pompa jantung ini jelas dipengaruhi aktifitas  dan asupan minum kita. Apalagi jika kerja pompa jantung sudah menurun, aktifitas fisik yang berat pasti akan memperberat kerja jantung dan bagi orang yang memang sudah mengalami gangguan jantung kerja fisik dapat menyebabkan  sakit jantungnya kambuh.

Sekali lagi orang sekitar berperan penting untuk mengingatkan pentingnya istirahat dan mengurangi aktifitas fisik bagi orang yang sudah mempunyai penyakit kronis terutama orang dengan sakit jantung.

Sebagai seorang internist pengalaman saya mendapatkan bahwa sebagian besar pasien-pasien yang dirawat di RS karena dicetuskan oleh kelelahan atau salah makan. Seseorang yang mengalami stroke atau serangan jantung pasti ada yang mencetuskan kenapa pasien-pasien tersebut mengalami serangan stroke atau serangan jantung.

Pasien dengan penyakit kronis yang mengalami kekambuhan penyakit juga umumnya  penyakitnya kambuh karena diecetuskan karena kelelahan. Pasien-pasien dengan DHF atau Demam Thypoid, kalau ditanya lebih lanjut pasti ujung-ujungnya juga karena kurang istirahat dan makan tidak teratur.

Akhirnya kita selalu ingat bahwa adanya hari libur seharusnya bisa digunakan untuk istirahat kalaupun kita berlibur saat hari libur tetap dalam rangka beristirahat. Tidur harus tetap dipertahankan lebih dari 6 jam, dan tidak tidur larut malam dan tetap mengkonsumsi makanan sehat rendah lemak dan tinggi serat terutama sayur dan buah-buahan. Kadang kala liburan diisi dengan makanan enak tinggi kalori dan tinggi lemak yang akhirnya timbul masalah kesehatan setelah liburan.

Salam sehat,

Penulis
dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM
(Igw)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

    Video Terkini