Kalimantan Barat Akhir dari Trilogi Pertama RS Apung

on Apr 15, 2013 at 15:21 WIB

Sejumlah masalah kesehatan telah ditangani para dokter yang ikut dalam Rumah Sakit Apung yang diselenggarakan di Kalimantan Barat. Pada pengobatan gratis yang digelar sejak 12 hingga 14 April 2013 itu, DoctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) melakukan operasi kecil ataupun besar. Salah satu kasus yang ditangani pada pasien yang mengalami kanker.

Ini merupakan akhir dari perjalanan pertama sebelumnya yakni di Kepulauan Seribu dan Belitung Timur, bertema "Berbagi Kasih Menatap Masa Depan Sehat & Cemerlang".

Ada empat jenis kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan kesehatan, pengobatan umum, bedah minor, dan bedah mayor.
 
DoctorSHARE yang menerjunkan 10 dokter, 1 dokter muda, 1 asisten operasi, 1 perawat, dan 5 sukarelawan non medis bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Ketapang, Pemerintah Daerah Ketapang, dan Puskesmas Kendawangan.
 
Berdasarkan Siaran Pers yang diterima liputan6.com, Senin (15/4/2013), DoctorSHARE melangsungkan bedah minor terhadap tujuh warga dengan kasus lipoma (4 orang), kista aterom (1 orang), kista dematoid (1 orang), dan nevus pigmentosus (1 orang) di Puskesmas Sukabangun pukul 13.00-17.30 WIB, Jumat (12/4/2013).
 
Di samping itu, berlangsung pula penyuluhan kesehatan atraktif mengenai HIV/AIDS di SMPN 6 Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. yang berlangsung pk 13.00–14.45 WIB terhadap Penyuluhan diberikan pada sekitar 300 siswa SMPN 6 Kabupaten Ketapang dengan tema "Bersama Kita Tahu, Bangkit, dan Cegah HIV/AIDS untuk Hari Depan Cemerlang: Prestasi Yes, HIV/AIDS No!". Dan berlangsung  pukul 13.00-14.45 WIB.  
 
Esoknya, DoctorSHARE melakukan bedah mayor dan bedah minor di Rumah Sakit Apung yang bersandar di Pelabuhan Sukabangun, Ketapang. Pada saat bersamaan, DoctorSHARE juga melangsungkan pengobatan umum dan bedah minor di Kendawangan yang jaraknya sekitar dua jam perjalanan darat dari Pelabuhan Sukabangun . 
 
Bedah mayor ditangani oleh pendiri DoctorSHARE, dr. Lie A. Dharmawan, Ph.D, FICS, Sp.B, Sp.BTKV. Dilakukan terhadap enam warga dengan tujuh kasus, yaitu hemangioma atau kanker pembuluh darah (2 orang), hernia inguinalis lateral dextra (1 orang), dua kasus lipoma (1 orang), fistulla perianal (1 orang), dan kista atherom (1 orang). 
 
Dalam bedah mayor tersebut, salah satunya jadi kasus unik. Kasus hemangioma besar atau kanker pembuluh darah di leher kiri pada seorang anak berusia 1,5 tahun. Itu, jika dibiarkan, kankernya akan mengganas. Apabila pembuluh darah sampai pecah bisa mengakibatkan kematian. Tapi, DoctorSHARE berhasil mengoperasinya secara tuntas. Kini, pasien berada dalam kondisi baik. 
 
Kemudian, pasien bedah mayor dirujuk ke RSUD Agoesdjam untuk mendapat perawatan selanjutnya.
 
Sementara bedah minor, dilakukan oleh dr. Luyanti, MARS dan dr. Paulus Lukman terhadap empat warga dengan lima kasus. Yaitu, tiga kasus lipoma dan dua kasus kista atherom. 
 
Di Kendawangan, pengobatan umum berlangsung pukul 10.30-15.00. Dihadiri 255 warga dengan lima jenis penyakit terbanyak, seperti dispepsia (gangguan pencernaan), hipertensi (tekanan darah tinggi), myalgia (nyeri otot), rheumatoid arthritis (rematik), dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). 
 
Untuk bedah minor di Kendawangan, dilakukan terhadap enam warga dengan kasus lipoma (1 orang dengan tiga kasus), ganglion (2 orang), callus (2 orang), dan kista atherom (1 orang). 
 
Di RSUD Agoesdjam, DoctorSHARE melakukan bedah mayor dengan kasus scrofuloderma (TBC kelenjar), Minggu (14/4/2013). Bekerjasama dengan dokter dan perawat RSUD Agoesdjam, bedah mayor dilakukan terhadap seorang anak usia tujuh tahun yang datang dari Jambi – Kalimantan Tengah.
 
Sehari sebelumnya, anak itu datang bersama ayah dan ibunya menggunakan sepeda motor selama lebih dari 18 jam. 
 
Di RSUD Agoesjam, DoctorSHARE juga melakukan kunjungan pasien post operasi di rumah sakit tersebut. Dan seluruh pasien post operasi berada dalam kondisi baik. 
 
"Semoga pelayanan medis ini bermanfaat. Kami berharap di waktu mendatang dapat kembali bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan setempat untuk membantu warga yang membutuhkan layanan pengobatan," kata dr. Sianly, koordinator lapangan pelayanan medis Rumah Sakit Apung DoctorSHARE untuk Kalimantan Barat. 
 
Pelayanan medis di Ketapang, Kalimantan Barat ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian triologi bagian pertama misi kemanusiaan Rumah Sakit Apung DoctorSHARE. 
 
Sekretaris Jenderal DoctorSHARE, dr. Luyanti, MARS mengatakan bahwa triologi pelayanan medis Rumah Sakit Apung ke Kepulauan Seribu, Belitung Timur, dan Kalimantan Barat ini tepat sasaran. 
 
“Karena keterbatasan akses, memang banyak warga yang butuh layanan medis. Ke depan, DoctorSHARE berharap dapat bekerjasama dengan pihak terkait guna mengatasi aneka kendala seperti dana, regulasi Rumah Sakit Apung, penerimaan Pemda, serta masalah teknis kapal sehingga tujuan mengabdi dan melayani masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal,” ujar dr. Luyanti. 
 
Pernyataan serupa diungkapkan oleh pendiri DoctorSHARE, dr. Lie A. Dharmawan, Ph.D, FICS, Sp.B, Sp.BTKV. 
 
"Triologi soft launching Floating Hospital DoctorSHARE dapat dikatakan lulus tes. Bukti medis adalah keberhasilan operasi besar dengan berbagai kasus unik. DoctorSHARE berharap upaya ini tidak berhenti sampai di sini. Masyarakat di kawasan terpencil sangat butuh uluran tangan donatur yang dapat menolong mereka melalui keberlangsungan pelayanan medis dengan Rumah Sakit Apung."
 
Dari Kalimantan Barat, Floating Hospital DoctorSHARE akan kembali ke Pelabuhan Kali Adem, DKI Jakarta untuk menjalani evaluasi teknis kapal selama triologi pelayanan medis sekaligus mematangkan rencana pelayanan medis ke kawasan lainnya di penjuru tanah air. (Zul/Mel)
Suka artikel ini?

0 Comments