by Aditya Eka Prawira

Potret Perjuangan Anak-anak Autis yang Terekam dalam Film

  • Info Sehat
  • 0
  • 02 Apr 2013 15:59
Kisah tentang anak autisme memang menarik untuk disimak. Tak heran banyak film mengunggah tema autisme seperti yang disebut berikut ini yang dilansir dari Hollywoodmovie, Selasa (2/4/2013):

My Name is Khan


My Name is Khan merupakan film yang menceritakan tentang sosok pemuda Hindustan Muslim yang terlahir sebagai penyandang autis, Rizvan Khan. Di usianya yang tergolong tua, Rizvan masih saja bertingkah aneh selayaknya anak kecil.

Menurut kakak iparnya yang merupakan seorang Psikolog, Rizvan Khan mengidap Syndrome Asperger, sindrom di mana Rizvan Khan takut pada suasana yang ramai, benci akan kebisingan, dan sangat membenci segala sesuatu yang berwarna kuning.

Dengan akting yang cukup memukau, Shahrukh Khan berhasil memerankan Rizvan Khan dengan cukup apik.

Ocean Heaven

Ocean Heaven merupakan film pertama Jet Li tanpa adegan laga. Di dalam film yang sarat akan air mata ini menceritakan bagaimana seorang Jet Li, yang memerankan tokoh Wang Xincheng, memiliki seorang anak laki-laki berusia 22 tahun yang ternyata menyandang autis.

Di awal cerita, Wang Xincheng yang ternyata mengidap kanker hati berniat melakukan percobaan bunuh diri, sambil membawa putra semata wayangnya Wang Dafu (Wen Zhang) ke laut lepas. Bukan tanpa alasan ia melakukan itu. Semua itu dilakukan karena dirinya menganggap tak akan ada yang mampu menjaga anaknya, kalau kelak Tuhan memanggil dirinya.

Tapi, siapa yang menyangka, kalau anak yang selalu dianggap aneh tersebut dikaruniai bakat berenang dari istrinya. Dafu ternyata berhasil lepas dari ikatan tali, dan menyelamatkan sang ayah.

Setelah peristiwa tersebut, Xingcheng pun berusaha sekuat tenaga menjalani kehidupan sehari-hari bersama putranya tersebut. Dalam menjalani hari-harinya, ia mengajarkan banyak hal ke putranya tersebut. Mulai dari bagaimana caranya memasak, memakai baju, dan berulang-ulang menjelaskan bagaimana caranya menaiki rute bus yang benar, ketika ia hendak ke tempat kerja.

Malaikat Juga Tahu (Rectoverso)

Malaikat Juga Tahu adalah salah satu judul yang ada pada film Onumbus, Rectoverso. Malaikat Juga Tahu menceritakan sosok Abang (Lukman Sardi) seorang penyandang autisme yang jatuh cinta pada seorang penghuni kos-kosan ibunya, Leia (Prisia Nasution)

Abang juga merupakan sosok pemuda yang suka dengan musik klasik, piawai bermain biola, dan memiliki hobi mengumpulkan kotak sabun.

Abang jatuh cinta pada Leia dengan cara yang tidak mungkin dipahami oleh orang lain. Abang jadi berubah, tidak temperamental dan berubah jadi lebih ceria.


Temple Grandin

Temple Grandin adalah sebuah film yang menceritakan kehidupan seorang anak penyandang autis. Temple Grandin adalah tentang secercah harapan dalam hidup. Ia lahir di dalam sebuah dunia yang tak selalu memahami apa yang terjadi padanya. Bahkan oleh para ahli medis di zamannya, di tahun 1940 dan 1950-an, autisme masih dianggap sebagai gangguan mental dan pasiennya dirawat di rumah sakit jika.

Yang cukup bikin air mata berurai adalah ketika sang ibu, Eustacia, yang merupakan orangtua tunggal lulusan Universitas Harvard, tidak mau menelan mentah-mentah diagnosis itu.

Eustacia memutuskan untuk merawat dan membesarkan Temple seperti anak-anak lainnya, tentu saja dengan kepekaan yang sungguh luar biasa, yang dibutuhkan oleh Temple.

Di film ini diperlihatkan bagaimana seorang Temple memiliki kemampuan untuk mengukur ruang dan memotret secara visual dalam kepalanya dengan tepat dan rinci. Sampai pada akhirnya, seorang dosen memberikan sebuah tugas di bidang ilmu fisika yang ternyata dapat dipecahkan sendiri oleh Temple.

Eustacia yang diperankan dengan cukup apik oleh Julian Ormon berhasil membuat dirinya memboyong Piala Emmy Awards 2012. Sedangkan Temple Grandin, diperankan dengan cukup cantik oleh aktris yang juga berhasil menyambet piala di ajang bergengsi Emmy Awards 2012, Claire Dane.

Forrest Gump

Forrest Gump adalah film drama Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1994. Film ini dibuat berdasarkan cerita yang ada di dalam novel karya Winston Groom pada tahun 1986.

Film ini menceritakan tentang seorang pria yang memiliki IQ 75 dan epik dalam perjalanan hidupnya, dan bertemu dengan tokoh-tokoh bersejarah, dan mampu mempengaruhi budaya pop dan bahkan turut di dalam peristiwa bersejarah tanpa menyadari betapa pentingnya peristiwa itu, akibat kecerdasaannya yang di bawah rata-rata.

Film ini sendiri meraih 13 nominasi Academy Awards dan memenangkan enam di antaranya, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Robert Zemeckis), dan Aktor Terbaik (Tom Hanks)

I Am Sam

Seorang pria bernama Sam Dawson (Sean Penn) merawat seorang anak perempuan Lucy (Dakota Fanning) sendirian setelah ibunya meninggalkannya. Karena keterbelakangan mentalnya, hak asuh Sam hendak dicabut. Sam kemudian berusaha kembali merebut hak asuh tersebut dengan menghubungi seorang pengacara kesepian dan workaholic Rita Harrison (Michelle Pfeiffer) untuk memenangkan kasusnya di pengadilan, dan menunjukkan lebih penting cinta kasih daripada kecerdasan otak untuk merawat seorang anak.

Untuk ukuran film drama, I Am Sam mampu menguras air mata penontonnya. Film ini memiliki cerita tentang sebuah ikatan cinta yang kuat antara seorang anak dan ayahnya yang terpaksa dipisahkan.

Lalu, di sini sangat terlihat bagaimana seorang Sean Penn yang terbelakang, namun penuh cinta, tidak pintar tapi mampu mencintai seseorang dengan tulus.

Adam

Film bergenre komedi romantis ini berhasil menarik perhatian banyak orang.  Film yang dibintangi Hugh Dancy, Rose Byrne, Peter Gallagher, Amy Irving, menceritakan tentang seorang dengan Asperger Syndrome yang tinggal seorang diri di New York, Amerika.

Setelah kepindahannya ke sebuah apartemen di kawasan Manhattan, New York, Beth (Rose Byrne), berkenalan dengan pemuda tampan dan lucu, yang Beth sendiri tak tahu kalau ternyata pemuda tersebut tergolong anak berkebutuhan khusus, Adam (Hugh Dancy)

Adam merupakan pemuda yang cerdas, terlebih jika ada sangkut pautnya dengan astronomi. Sayang, Adam memiliki kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.

Sampai pada akhirnya, cinta tercipta dari perasaan dan emosi manusia yang saling menyukai antara Beth dan Adam. (Adt/Abd)
Comments
Sign in to post a comment