Susah Punya Anak Lagi, Begitu Hamil Langsung Dapat 3

on Mar 25, 2013 at 15:45 WIB

Pasangan yang susah mendapatkan anak biasanya melakukan segala cara. Jika cara alami gagal membuah hasil, bantuan medis pun dijalani untuk mendapatkan si buah hati.

Seperti yang dialami pasangan Savitri (35 tahun) dan Partono (38 tahun). Keduanya memilih cara inseminasi demi mendapatkan anak, setelah sebelumnya keduanya telah memiliki seorang putri yang sudah berusia 4,5 tahun.

Program inseminasi atau Intra Uterina Insemination (IUI) dilakukan keduanya dengan bantuan dokter Caroline Tirtajasa SpOG (K), SubSpesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fertility di OmniFertility Centre, RS Omni Pulomas, Jakarta Timur.

Setelah melalui program ini selama 9 bulan, akhirnya upaya ini membuahkan hasil. Pasangan itu pun mendapatkan bayi kembar tiga (triplet) pada 19 Maret 2013, pukul 02.00 WIB di RS Omni Pulomas, Jakarta.

Ketiga bayi itu lahir dalam keadaan sehat. Dua bayi laki-laki dengan berat 2.780 gram dan 2.710 gram serta satu bayi perempuan dengan berat 2.540 gram. Ketiga bayi itu merupakan hasil proses inseminasi.

Awalnya, tahun 2007, pasien mendatangi dr. Caroline dengan keluhan sudah satu tahun menikah tidak kunjung hamil. Lalu, diketahui terjadi ketidakseimbangan hormon pada pasien. Akhirnya dilakukan program hamil, seperti mengatur siklus haid serta pemberian obat-obat hormonal selama beberapa bulan dan berhasil membuahkan anak perempuan.

Namun, setelah anak perempuannya berusia lima tahun, pasien ingin memiliki anak lagi tapi tidak kunjung hamil. Pasien pun kembali periksa ke dr. Caroline.

dr. Caroline mengatakan, pasien mengalami infertilitas primer dan infertilitas sekunder, sehingga kembali dilakukan program kehamilan seperti sebelumnya. Tapi, tidak berhasil. Akhirnya, dr. Caroline mencoba cara lain.

"Sel telurnya kebetulan bagus pada saat itu. Saya anjurkan inseminasi dan pasiennya juga bersedia. Lalu kita lakukan prosedur," ujar Caroline.

Menurut, Caroline, sebenarnya ini termasuk teknologi reproduksi berbantu (TRB) berupa inseminasi intra uterin. Tapi, dengan inseminasi ini akhirnya berhasil hamil.

"Malah karena ada tiga sel telur besar dan bagus, bisa dibuahi sperma ketiganya, akhirnya jadi tiga bayi," kata dr. Caroline ketika ditemui Liputan6.com di RS Omni Pulomas, Jakarta, Senin (25/3/2013).

Cara itu langsung berhasil membuat pasien hamil, tidak seperti saat kehamilan pertama yang menggunakan program hamil selama berbulan-bulan. Pasien diketahui memiliki bayi kembar, setelah usia kandungan empat minggu melalui USG transvaginal. 

Persiapan Matang

Bayi kembar 3 yang berhasil ditangani Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K), di rumah sakit Omni Pulomas sangat dipersiapkan dengan matang. Dr. Caroline benar-benar menjaga kondisi ibu hamil serta menjaga komunikasi agar kalau terjadi sesuatu bisa segera datang.

Akhirnya bayi kembar 3 berhasil dipertahankan sampai sembilan bulan, lahir bayinya juga sudah cukup besar. Jadi, langsung rawat gabung dengan ibunya, tidak perlu masuk inkubator.

Dr. Caroline mengungkapkan, ia sendiri yang membentuk panitia persiapan menyambut kelahiran si kembar tiga. Ia juga berkoordinasi dengan dokter spesialis anak. Karena begitu bayi lahir, dokter spesialis anak akan menangkapnya untuk dibersihkan jalan nafas atau mungkin diresusitasi.

"Jadi, kita membentuk tim, ada satu dokter spesialis anak yang juga sudah mendalami neonatologi (dokter spesialis yang khusus menangani bayi-bayi lahir kecil). Jadi memang kita sudah persiapkan ke arah sana. Karena memang antisipasi untuk bayi kembar, kita harus siap jika pasien mules atau ketuban pecah sewaktu-waktu".

"Apabila terjadi saat usia bayi belum matang yang berarti prematur, kita sudah memiliki persiapan itu. Kemudian juga, inkubator harus disiapkan tiga, perawat bayinya juga khusus, tiga orang, alat untuk pernapasan bayi kecil, dan ventilator untuk bayi," jelasnya.

Proses operasi bayi kembar tiga itu juga tidak terlalu rumit karena semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Lama operasinya kurang lebih 45 menit sampai 1 jam. Jarak lahir per bayinya juga sebentar, sekitar dua menit.

Lebih murah

Inseminasi berbeda dengan bayi tabung. Prosedurnya pun lebih sederhana dibanding bayi tabung.

"Jadi, inseminasi ini, prinsipnya adalah spermanya disiapkan, kemudian ditampung, dipilih dan dicuci. Nah, setelah jadi, biasanya 1 cc, kemudian dengan kateter kecil kita masukkan ke dalam rahim ibu. Setelah itu, sudah, tinggal kita tunggu dua minggu. Kalau dia (pasien) haid berarti gagal. Kalau tidak, ya hamil." jelas Caroline.

Selain simpel, proses inseminasi ini juga terbilang jauh lebih murah dibanding bayi tabung. Biaya inseminasi mencapai Rp 2,9 juta sedangkan biaya bayi tabung mencapai Rp 60-70 juta. (Zul/Igw)
Suka artikel ini?

0 Comments