Bersin-bersin Tanda Alergi atau Pilek?

  • Info Sehat
  • 0
  • 19 Mar 2013 16:53

bersin130319b.jpg
Sering bersin-bersin dan hidung mampet belum tentu karena pilek. Gejala tersebut bisa saja karena Anda alergi. Kedua penderitaan itu mempunyai gejala yang hampir sama meski penyebabnya berbeda. Tetapi, ada beberapa petunjuk yang bisa membantu Anda menemukan sumber dari gejala yang muncul dan Anda bisa memilih obat yang tepat.

"Pilek bisa disertai dengan demam, sakit tenggorokan, dan batuk. Sedangkan alergi biasanya tak memiliki hal-hal seperti itu," kata Dr. William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tenn, seperti dikutip ABCNews, Selasa (19/3/2013).

"Tenggorokan Anda mungkin sedikit sakit ketika alergi, tapi kebanyakan hidung menjadi meler dan merah, mata gatal," tambahnya.

Virus bisa menyebabkan pilek juga bisa menyebabkan tubuh nyeri dan kelelahan. Gejala ini tak Anda temui ketika mengalami reaksi alergi.

National Institute of Allergy and Infectious Diseases memberikan pedoman soal pilek dan alergi:
  1. Batuk: Biasanya menyertai pilek. Kalau alergi kadang-kadang
  2. Sakit dan nyeri: Pada pilek terkadang, alergi tidak pernah
  3. Kelelahan: Pada pilek terkadang, alergi juga kadang-kadang
  4. Mata gatal: Pada pilek jarang terjadi, alergi biasanya terjadi.
  5. Bersin: Pilek biasanya disertai bersin, begitupula dengan alergi
  6. Sakit tenggorokan: Pada pilek biasanya terjadi, sedangkan alergi terkadang.
  7. Hidung meler: Pada pilek biasanya terjadi, sama halnya dengan alergi.
  8. Hidung terjumbat biasanya terjadi pada pilek dan alergi.
  9. Demam jarang terjadi pada pilek, alergi tidak pernah.
"Jika Anda pilek, Anda mungkin ingin hidung menjadi lega dengan dekongestan dan penghilang rasa sakit," kata Schaffner.

Dan jangan lupa untuk minum banyak cairan dan berusaha santai.Namun, jika Anda alergi, Anda mungkin ingin mencoba antihistamin. Tapi jika itu memicu alergi, sebaiknya dihindari. Apapun yang Anda lakukan, jangan minum antibiotik,

"Antibiotik bekerja melawan bakteri, dan bakteri tidak menyebabkan pilek atau alergi," kata Schaffner. "Dan semakin kita melakukannya, bakteri semakin resisten sehingga ketika berikutnya kita benar-benar membutuhkan antibiotik, mereka tidak bisa bekerja".(Mel/Igw)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler