Asal Usul Mengapa Oral Seks Begitu Disukai

  • Seks
  • 0
  • 06 Mar 2013 22:02

oral-130206b.jpg
Fellatio atau seks oral banyak diinginkan oleh pria untuk mendapatkan kesenangan. Bagi sebagian pasangan, fellatio sangatlah diberdayakan karena konon dapat menjaga keintiman dan hubungan suami istri tetap bergairah dan memanas.

Tapi, tahukah Anda sejarah awal adanya fellatio atau seks oral?

Seperti dilansir libchrist.com, Rabu (6/3/2013) ada banyak cerita mengenai awal mula terbentuk dan berkembangnya seks oral.

1. Timur Tengah

Di negara Timur Tengah, ini awalnya terungkap ketika orang belajar dari cara yang paling alami, dengan cara mengamati alam. Yaitu, dengan menyaksikan binatang peliharaan atau binatang liar menjilati alat kelamin pasangannya masing-masing. Dari melihat, mengamati, menyidiki, dan bereksperimen, akhirnya apa yang ditirukan oleh binatang tersebut dijadikan seni dalam berhubungan seks.

2. Yunani

Di negara Yunani Kuno, fellatio atau seks oral dikenal sebagai 'permainan suling'.

3. Mesir

Di Mesir, masyarakat awalnya menyebut seks oral ini dengan 'sore throat/nyeri tonggorakan'. Dan aktivitas ini, konon dijadikan bisnis yang sangat terkenal di sana.

4. Abad pertengahan Eropa

Di abad pertengahan, fellatio ini disatukan dengan hubungan seks anak dengan label menyalahi 'sodomi', sehingga dokumen yang terkait dengan penggunaan dan popularitas seks oral menjadi tidak pasti.

Namun, berdasarkan perkiraan umum segala aktivitas seksual yang digunakan oleh kaum gay, fellatio secara pasti terus dipraktekkan di seluruh kawasan Eropa sampai zaman modern.

5. Jerman

Menurut peneliti dari Jerman, seiring bergantinya abad diperkirakan sekitar 40 persen dari praktek pria gay melakukan fellatio. Dalam hubungan seks anal, keberadaannya dijadikan budaya untuk kaum gay.

6. Suku Indian

Suku Indian sendiri, dinilai cukup sering menggunakan fellatio.

7. India

Di India, seni fellatio memiliki sejarah yang cukup panjang. Salah satu dari paduan cinta pertama yang ada pada Kama Sutra memiliki seluruh bab pada Auparistaka bahwa terselip bagian 'kongres mulut' di dalamnya.

Para peneliti di India mengatakan, "Para pelayan laki-laki sering melakukan 'kongres mulut' ini dengan majikannya. Hal ini juga dilakukan oleh beberapa warga yang saling mengenal dengan sangat baik."

Di India juga, fillatio dikenal sebagai mukhmethun (oral churning/melilit melalui mulut) dan ambarchi (mengisap buah mangga).

8. Afrika

Bagi masyarakat di Afrika bagian Utara dan Timur, fellatio sangatlah dipuji. Menurutnya, fellatio sangatlah umum dan menjadi kebiasaan di kalangan semua kelas dan ras. Fellatio sering dianggap lebih intim dari pada yang lain karena aktivitas seks melalui mulut menghasilkan kesenangan paling akut dan intens.

Sensasi yang dihasilkan oleh mulut dapat membelai seseorang yang dicintai tampak lebih bersemangat dari pada yang dihasilkan oleh penis atau vagina itu sendiri.

9. Turki

Beda halnya di Turki. Menurut masyarakatnya, fellatio tersebut kurang dibatasi dan kurang berefek pada kehidupan seksualnya. "Ada yang lebih baik daripada mengisap penis," kata orang Turki.

(Adt/Igw)
Terpopuler