60% Anak SD Diberi Uang Jajan Ketimbang Dibekali Makanan

  • Info Sehat
  • 0
  • 20 Feb 2013 13:43
Banyaknya jajanan tidak sehat di sekitar sekolah seharusnya menjadi perhatian seluruh pihak. Beredarnya jajanan yang mengandung borax maupum zat pewarna tekstil Rhodamin B yang berbahaya juga perlu diwaspadai. Hal ini dicermati oleh pemerintah yang menganggap kebanyakan anak di Indonesia masih mengalami gizi buruk.

Menurut dr. H. Tb. Rachmat Sentika, SpA, MARS, selaku Dokter Spesialis Anak IDAI yang juga staf Ahli Menko Kesra Bidang Pencapaian Pembangunan Milenium (MGG's), data Kementrian Kesehatan menunjukkan hanya sekitar 18% anak yang membawa bekal ke sekolah dan 60% diantaranya diberikan uang jajan oleh orangtuanya dari Rp 500 hingga Rp 20.000 dengan rata-rata uang jajan dalam sehari Rp 2000 hingga Rp 5000.

Rachmat juga menjelaskan kalau saat ini jajanan di luar sekolah bisa mengancam kesehatan anak karena banyak menandung zat aditif seperti pewar tekstil, pewarna, dan bahan pengawet.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan anak menurut Rachmat, yang ditemui di Wisma GBK, Senayan, Jakarta (Rabu, 20/2/2013), yaitu:

1. Genetik (7%)

Rachmat mengatakan kalau genetik cukup mempengaruhi kesehatan anak. Misalnya saja jika seseorang menikah mungkin ada baiknya untuk menanyakan pada pasangan apakah dirinya memiliki riwayat diabetes atau penyakit lainnya.

2. Perilaku ( 42%)

"Perilaku orang memang sangat mempengaruhi, makanya semua orang pasti tahu istilah mencegah lebih baik daripada mengobati," kata Rachmat.

3. Lingkungan (28%)

Lingkungan dalam hal ini terlihat sangat berpengaruh, tapi persentase menunjukkan, lingkungan hanya mempengaruhi kesehatan anak sebanyak 28%. Hal ini termasuk air bersih.

4. Kesehatan (13%)

Walaupun pesentasinya kecil, kesehatan di sini menurut Rachmat termasuk nutrisi pada makanan. Jadi penting untuk menjaga asupan makanan pada anak.

Rachmat juga mengungkapkan kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu ini (20/2/2013) akan membahas target MDGs yang menurutnya, saat ini anak-anak masih memiliki problema gizi. Data menunjukkan kalau di Indonesia ada 17% gizi kurang, 4,9% gizi buruk dan sisanya 36% memiliki gizi sangat buruk (pendek).

Rachmat menambahkan orangtua harus memperhatikan hal berikut untuk mengetahui jajanan yang sehat untuk anak, seperti:

1. Harus ada sumber Karbohidrat sekitar 20-30%  (cari jajanan yang banyak mengandung tepung terigu)
2. Harus ada sumber protein sekitar 40% (ikan, tempe, tahu dan sebagainya)
3. Sisanya harus ada sumber lemak, vitamin dan mineral
4. Harus ada sumber air  (biasakan untuk minum sedikitnya 2 liter sehari)

(Fit/Igw)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler