Ini Sinus atau Pilek Biasa?

on Feb 11, 2013 at 16:40 WIB

Pilek dan sinus mempunyai gejala yang sama dan mempengaruhi sistem pernapasan bagian atas, tapi dua kondisi itu berbeda dalam pengobatannya. Meski tak sama orang sering bingung membedakannya karena sinus bisa terjadi akibat dari flu biasa.

Lebih dari 200 virus diperkirakan menyebabkan pilek. Dan infeksi sinus bisa mempengaruhi 37 juta orang Amerika Setiap tahunnya.

Pilek merupakan virus pada saluran pernapasan bagian atas. Gejalanya termasuk pilek, sakit tenggorokan, sakit badan, batuk, bersin,mata gatal atau berair dan demam ringan. Pilek biasanya berlangsung sekitar seminggu dan gejalanya umumnya ringan hingga sedang tanpa memerlukan perhatian medis.

Berikut sejumlah perbedaan sinus dan pilek seperti dikutif WebMD, Senin (11/2/2013).

1. Gejala pilek pada umumnya
  • Hidung tersumbat
  • Perasaan letih
  • Pilek dengan cairan bening
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Cairan nasal menetes ke bagian belakang tenggorokan
  • Demam dengan pilek pada orang dewasa tapi jarang dilihat pada anak-anak.
2. Pilek dapat disertai dengan batuk dan sakit kepala dan bisa berlangsung tiga sampai tujuh hari dengan atau tanpa pengobatan.

3. Pilek merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan virus. Gejala flu biasanya terbangun secara perlahan selama satu atau dua hari, puncaknya tiga atau empat hari. Lalu perlahan-lahan meningkat sekitar hari kelima atau ketujuh.

"Pengobatan untuk pilek biasanya perawatan suportif, cairan, dan sup ayam," kata Jordan Josephson, MD, penulis 'Sinus Relief Now'dan Direktur New York Nasal & Sinus Center.

"Semakin banyak air yang Anda minum, semakin Anda terhidrasi. Pertama, cara ini sehat dan kedua infeksi hilang karena mencairan lendir," tambahnya.

Lantas seperti apa sinus?

Sinusitis terjadi ketika sinus membengkak atau meradang sebagai akibat dari flu biasa, bakteri, alergi, atau infeksi jamur.

1. Gejalanya meliputi nyeri akibat pembengkakan.
  • Sakit atau tekanan dirasakan di belakang mata atau pipi Nyeri pada gigi atas
  • Hidung mampet
  • Cairan kental di hidung dan tenggorokan berwarna hijau atau kuning
  • Sakit di gigi dan rahang
  • Sakit kepala
  • Mengurangi penciuman dan rasa
  • Serta batuk persisten.
Orang dengan sinusitis juga sering mengeluh kelelahan, kesulitan bernapas melalui hidung, penurunan indra penciuman, dan tidurnya gelisah.

"Jika Anda pikir sedang pilek setiap bulan, karena sinus Anda bergejolak, itu mungkin bukan pilek tapi infeksi sinusitis kronis," ujar Josephson.

Anda juga bisa membedakan apakah sinus atau pilek dengan melihat perbedaan ini. "Pilek datang setahun sekali dan berlangsung selama tiga sampai lima hari, dan kemudian hilang".

Ada tiga jenis sinusitis:
  • Sinusitis akut biasanya berlangsung kurang dari empat minggu.
  • Sinusitis kronis membawa pada gejala-gejala yang berlangsung lebih dari 12 minggu.
  • Jenis ketiga dari sinusitis adalah infeksi berulang dari sinus, empat atau lebih mengalami serangan sinusitis akut setahun, biasanya dari virus atau bakteri.
Dalam beberapa kasus ketika menjadi sinusitis kronis atau tahan lama, prosedur bedah mungkin diperlukan untuk memperluas rongga sinus untuk memungkinkan drainase yang memadai.

Orang yang menderita flu harus ke dokter jika demam melebihi 102 derajat, jika demam disertai dengan sakit (yang bisa menjadi tanda influenza) atau jika mengalami menggigil, batuk, dahak berwarna, kelenjar bengkak atau nyeri sinus bersamaan dengan demam. Orang dengan infeksi sinus harus ke dokter jika demam melebihi 100 derajat atau jika gejala berkembang semakin buruk.(Mel/Igw)
Suka artikel ini?

0 Comments