Lepas Lelah dengan Tidur di Atas Bokong Gadis

  • Seks
  • 0
  • 11 Jan 2013 11:00

bantal-bokong130111a.jpg
Menghilangkan lelah dan stres dengan pijatan mungkin sudah biasa. Di negeri Jepang, kini ada jasa melepas lelah dengan tidur di atas bokong si gadis.

Di kafe itu, pelanggan pria bisa tidur di samping perempuan muda cantik,  memegang tangannnya, terlibat dalam percakapan. Namun memendam hasrat seksual.

Selain layanan itu, kini ada layanan baru di kafe itu untuk lebih memanjakan pelanggannya, berupa di atas bokong (oshiri makura) para gadis.

Kafe itu dikenal dengan nama Soineya. Konsepnya sederhana, seorang gadis cantik akan memasuki bilik pribadi dan dia akan terbaring tengkurap. Pelanggan bisa meletakkan kepalanya di bokong sang gadis.

Tapi, pria yang menggunakan jasa ini disarankan tidak hanyut hingga tidur yang nyenyak karena nanti tidak bisa menikmatinya. Apalagi biayanya cukup mahal, yakni 1.000 Yen (US$ 11) atau setara 108 ribu per menitnya. Jadi kalau ingin menikmati tidur di atas bokong si gadis selama 15 menit, si pria mengeluarkan biaya Rp 1,6 juta.

Sejak dibuka pada akhir September 2012, kafe Soineya Akihabara yang menawarkan jasa tidur bersama menjadi kafe yang paling dicari. Rata-rata pria yang belum memiliki pasangan bisa berpelukan dengan wanita.

Karena saking populernya, Soineya membuka cabang kedua di Shinjuku. Tapi layanan bantal bokong hanya ada di Shinjuku seperti dikutip dari Rocketnews24, Jumat (11/1/2013).

Meskipun pekerja wanitanya tersenyum kepada pelanggannya, jangan berpikir kalau gadis itu sedang menikmati dirinya dekat dengan pelanggannya. Karena pada layananan ini tak diperkenankan pelanggan dan pekerja wanita muda melakukan hubungan intim.

Seorang pria bertopeng mencoba layanan bantal bokong. Si pria itu juga mencoba beberapa layanan di Soineya Akihabara. Pria itu mencoba layanan tamparan.

Dalam video itu juga terlihat, Maria-san, seorang gadis berpiyama yang usianya tak lebih dari 20 tahun masuk ke bilik dengan membawa boneka beruang. Dengan iringan musik lembut, wanita itu menjelaskan cara kerjanya.

Setelah pelanggan memutuskan berapa lama ia akan menghabiskan waktu bersama gadis itu, dan menambah pelayanan dengan bayaran ekstra untuk tiap pilihan.

Maria akan mengatakan kepada pelanggannya untuk berbaring dan merasakan kenyamanan "Apakah oke jika saya benar-benar jatuh tertidur," kata pria itu bergumam.

Sebelum tertidur, pria itu melihat selembar kerta A-4 yang ditempel di dinding. "Jadi apa ini sebenarnya pilihan," tanya si pria.

Dalam kertas itu tercantum, pelukan ada lima pilihan, yakni 30 dan 60 detik biayanya US$ 114. Memegang tangan 10 menit biayanya US$11. Dan pelanggan juga dapat membayar US$ 11 untuk mendapat pijatan lembut di punggungnya selama 3 menit.

"Jadi tiga menit pijatan di mana pun saya suka?".

Selain itu ada layanan lain yakni meletakkan tangan di atas kepala gadis (3 menit/US$11), menatap matanya (1 menit/US$11), dan menampar seluruh muka biayanya US$11.

Ada juga menu kostum yang bisa dipilih tamu, yang akan digunakan pekerja wanita. Seperti gaun Cina, pakaian mandi, pakaian polisim pakaian pembantu, seragam sekolah, dan pakaian olahraga sekolah, serta pakaian perawat.

Tingkat stres di Jepang terkenal sangat tinggi karena tuntutan beban kerja dan hidup yang tidak mudah. Tak heran jasa-jasa layanan penghilang stres jadi hal yang paling banyak dicari. (MEL/IGW)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler