Kecupan dari Langit untuk 2 Bocah yang Ditinggal Mati Ibunya

on

Dua bocah laki-laki ini ditinggal mati ibunya yang gagal melawan kanker payudara. Karena ingin selalu merasakan kehadiran sang ibu, si suami selalu menyemprotkan parfum istrinya ke kamar tidur anaknya. Harum parfum itu bagaikan kecupan dari langit untuk anak-ananya.

Semasa hidup sang ibu juga berpesan agar menikmati hal-hal yang sederhana layaknya bunga matahari yang sedang tumbuh dan berikan dua kecupan saat waktu tidur tiba. Itulah beberapa pesan dari seorang ibu yang sekarat, Kate Greene, untuk suami dan kedua anaknya.

Kate ingin  memastikan Reef (8 tahun) dan Finn (7 tahun) bakal mendapatkan kehidupan yang terbaik meski sang ibu tak akan lagi di sampingnya.

Catatan itu Kate tulis sebelum ia kalah berperang melawan kanker payudara yang dideritanya saat usia 37 tahun. Kate meninggal pada 20 Januari 2010, setelah dua tahun berjuang hidup. Ia menuliskan aturan dasar dalam kehidupan anak-anaknya.

Ini menjadi simbol cinta yang begitu dalam dari seorang ibu kepada anak-anaknya. Dan ternyata semuanya itu dicurahkan dalam sebuah buku 'Mum’s List' yang ditulis suaminya St John Greene, 46, yang dikenal sebagai Singe.

Dalam buku itu diceritakan bagaimana keluarga dari Clevedon, Somerset Inggris itu, berjuang untuk membangun kehidupan baru tanpa Kate dengan bimbingannya dari daftar-daftar yang dibuatnya. Ada 12 hal dalam daftar yang dibuat Kate.

Berikut daftar dari Kate untuk anak-anaknya seperti dikutip TheSun, Kamis (20/12/2012)

Lakukan
  • Selalu tepat waktu
  • Perlakukan pacar dengan hormat
  • Selalu menyenangkan orang-orang
  • Nikmati hal-hal sederhana, seperti bunga matahari yang tumbuh
  • Belajar untuk memainkan alat musik
  • Mencari sendiri empat-daun cengkeh
  • Membeli meja makan
  • Membuat kotak memori
  • Singe, temukanlah lagi cinta
Jangan
  • Merokok
  • Naik sepeda motor
  • Bergabung dengan Angkatan Bersenjata

Singe berbicara kepada mendiang istrinya dalam sebuah surat untuk Kate tentang bagaimana dirinya dan anak-anaknya melewati Natal tanpa dirinya.

Singe menceritakan bagaimana kedua putranya begitu bersemangat menyambut Natal. Namun ketidakhadiran sang bunda tetap menyakitkan bagi kedua anak itu. Dan Singe berusaha  membuat anak-anaknya tetap tersenyum. "Aku masih tidak percaya kau sudah pergi, Kate," kata Singe.

"Tangisanku saat ini sedikit berkurang dibandingkan ketika kau meninggal, tapi aku masih merindukanmu".

"Meskipun keluarga kita kurang satu orang, kita semua bergembira, sama seperti yang kujanjikan padamu".

Singe mengatakan, anak-anak masih sering membicarakan mendiang ibunya sepanjang waktu. Bahkan Singe menyemprotkan parfum sang istri ke boneka anak-anaknya dan di kamar tidur. Semua ia lakukan agar anak-anaknya merasa kalau sang ibu memberikan kecupan dari langit.

Buku yang dituliskan Singe itu pun menjadi laris (best seller). Lebih dari 100.000 eksemplar buku telah terjual di Inggris saja. Dengan buku itu, semua orang tahu seperti apa Kate. Wanita mengagumkan yang bertekad ingin tetap menjadi bagian dari masa depan anak-anaknya, meskipun kematian telah memisahkannya.

"Ini adalah waktu yang menarik bagi kami, tentu saja. Tapi aku akan menukar semua itu untuk memilikimu kembali bersama kami dan daftar itu tidak ada sama sekali".

"Kamu harus sangat bangga dengan mereka berdua, karena kami sangat bangga padamu. Jadi, kami akan terus melakukan daftarmu dan menjalani kehidupan yang bahagia seperti yang kau inginkan. Dan saya akan terus mencium mereka dua kali sebelum tidur".

"Kata-katamu kepadaku sebelum meninggal 'saya minta maaf' tapi kau tidak pernah memberikan alasan mengapa mengatakan itu. Engkau istri yang menakjubkan dan ibu yang luar biasa dan kau meninggalkan saya bersama dua anak laki-laki yang indah. Jangan pernah merasa mengecewakan saya, karena kau tidak melakukannya".

"Satu hal lagi, Kate. Jangan pernah berhenti mengirimkan ciuman dari langit untuk anak-anak dan aku," kata Singe dalam surat untuk Kate. (MEL/IGW)

Suka artikel ini?

0 Comments