6 Sebab Bayi Menangis dan Cara Mengatasinya

  • Info Sehat
  • 0
  • 31 Okt 2012 10:27

bayi-nangis-121031b.jpg
Liputan6.com, Jakarta: Tangisan bayi kerap membuat orangtua frustasi. Mereka bakal mencoba segala cara agar bisa menghentikan tangisan buah hatinya.

Penyebab bayi menangis tidak ada yang tahu karena bayi tak bisa mengungkapkan isi hatinya. Kondisi inilah yang membuat kaum ibu menjadi bingung dan takut. Mereka mencoba mencari tahu alasan di balik tangisan bayinya.

Ada berbagai alasan untuk mengetahuinya. Berikut enam alasan bayi menangis dan cara menenangkannya seperti dikutip laman Boldsky, Rabu (31/10):

1. Kelaparan

Sebagian besar bayi dan balita menangis ketika lapar. Mereka tidak dapat berbicara atau mengambil makanan dari dapur, mereka hanya bisa memberikan sinyal ke ibunya dengan menangis. Jika bayi menangis, cobalah untuk memberinya makan. Jika mereka tenang, berarti memang kelaparan yang menjadi penyebabnya.

2. Ingin digendong

Ketika bayi tumbuh menjadi besar, Anda harus memeluk dia di pangkuan Anda untuk menenangkan mereka. Terkadang bayi minta digendong orangtuanya. Hal itu terjadi ketika ia takut. Jika anak Anda tumbuh besar dan mengerti ketika Anda akan meninggalkan rumah, dia akan menangis kencang agar Anda membawanya.

3. Sakit perut

Banyak bayi menangis ketika perut mereka sakit. Rasa sakit itu bisa disebabkan gas atau kelaparan. Jika Anda belum menyusuinya, maka segera lakukan. Menenangkan bayi Anda yang menangis dengan memijat punggungnya dengan lembut. Jika bayi Anda rentan terhadap masalah lambung, berkonsultasi dengan dokter. Jika tidak, berikan air untuk menenangkan sakit perut pada bayi mereka.

4. Ganti popok

Kadang-kadang Anda lupa mengganti popok bayi Anda. Hal itu bisa menyebabkan ruam popok atau bentol yang bisa menjadi gatal-gatal. Iritasi ini bisa membuat bayi menangis.

5. Tumbuh gigi

Menangis dianggap sebagai tanda tumbuh gigi pada bayi. Hal ini karena rahang dan gusi sakit ketika gigi keluar sehingga bayi menangis.

6. Frustasi

Jika bayi mengantuk atau terbangun di tengah tidurnya yang nyenyak, dia menjadi frustasi. Cobalah menunjukkan sesuatu untuk mengalihkan pikirannya. Bermainlah dengan mainan yang bersuara untuk menenangkannya.(MEL)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler