BKKBN: Vasektomi Tidak Lagi Haram

  • Berita
  • 0
  • 17 Apr 2012 09:48

120417bvasektomi.jpg
Liputan6.com, Balikpapan: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Situbondo, Jawa Timur, mengeluarkan fatwa menghalalkan praktik vasektomi untuk program keluarga berencana atau menjarangkan kehamilan.

"Dulu diharamkan karena vasektomi saat itu memutuskan, memotong permanen saluran vas diferens saluran sperma laki-laki dari buah zakar ke saluran keluarnya," jelas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Sugiri Syarief di Balikpapan, Selasa (17/4).

Vasektomi sekarang hanya mengikat saluran vas deferens tersebut. Sewaktu-waktu bila diinginkan, ikatan itu bisa dibuka kembali. Fatwa MUI Situbondo tersebut, kata Syarief, telah dikomunikasikan kepada MUI Jawa Timur, dan terus nanti ke MUI pusat.

Dukungan fatwa dari MUI itu, Syarief berharap besar peserta pria program Keluarga Berencana (KB) dapat bertambah pesat.

"Sekarang peserta KB nasional ada 29 juta lebih orang, dan hanya 1,5 persen pria. Mereka menggunakan kondom 0,8 persen dan vasektomi 0,7 persen," jelas Syarief.

Di sisi lain, Syarief mengungkapkan bahwa pengendalian pertumbuhan penduduk yang kembali dimulai awal 2000 sudah berjalan sesuai perencanaan.

Lima tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia sudah lebih terkendali. Syarief menyebutkan pertumbuhan penduduk Indonesia 2012 ini hanya 1,4 persen.

Penduduk Indonesia saat ini mencapai 270 juta jiwa. Indonesia menjadi negara berpenduduk terbesar keempat di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, dan India.

Menurut Syarief, sesungguhnya 95 persen penduduk Indonesia tahu tentang program KB. Separo lebih atau 61,4 persen sudah jadi peserta aktif, dan 9,1 persen masih pikir-pikir. Yang 9,1 ini masih ragu-ragu berkenaan alat kontrasepsi yang dipakai dan biaya untuk mendapatkan pelayanan KB tersebut.

Syarief hadir ke Balikpapan untuk Pertemuan Nasional Konsultasi Kepala Seksi (KOSI) BKKBN, 15-18 April ini. Pertemuan ini untuk merancang rencana aksi Keluarga Berencana 2012-2013.

Target pertumbuhan  penduduk 2015, misalnya, dipatok hanya 1,1 persen. Peserta KB aktif tertinggi ada di Provinsi Bengkulu dari 33 provinsi Indonesia. Provinsi Kaltim berada diurutan tengah dengan jumlah peserta KB aktif 57 persen dari penduduk usia subur. Peserta KB aktif terendah adalah Maluku.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana  (BPMP2KB) Balikpapan  Hernawati mengungkapkan, warga Kota Balikpapan  yang menjadi peserta KB aktif adalah 79.175 orang, capai 136,20 persen dari target sebanyak 58.137 akseptor.

"Di Balikpapan ini, 77,73 persen pasangan usia subur (PUS) ber-KB. Jumlah PUS-nya sendiri 103.646 pasangan," kata Herlina.(ANT/MEL)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler