Program PHBS Jadi Indikator Utama Kemenkes

on Dec 22, 2011 at 15:04 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Staf Ahli Menteri Kesehatan (Menkes) Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi Kemenkes, Khrisnajaya MS, mengatakan bahwa dalam rancangan program jangka menengah nasional Kementerian 2010 hingga 2014, cakupan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan indikator utama melihat keberhasilan Kementerian Kesehatan.

"Dalam rancangan program jangka menengah nasional tahun 2009 hingga 2014, cakupan PHBS adalah indikator utama kemenkes, pd tahun 2014 target cakupan PHBS di rumah tangga harus mencapai 70 persen, lantaran evalusi tahun 2010 cakupan rumah tangga yang melakukan PHBS hanya 40 persen dari target 50 persen," ungkap Khrisna.

Hal tersebut diungkapkan Khrisnajaya yang mewakili Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam pidatonya di acara Gerakan 21 Hari Lifebuoy Aksi Nyata Gerakan Indonesia untuk Hidup Bersih dan Sehat di Plaza Bapindo, Jakarta, Kamis (22/12).

Khrisna menjelaskan, target program PHBS di rumah tangga adalah suatu pemahaman yang penting agar masyarakat tahu dan mau serta mampu menerapkan pola PHBS. Tetapi menurutnya upaya ini tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah dan harus juga dibantu oleh masyarakat secara kesuruhan dan peran dunia usaha.

"Seperti apa yang dilakukan oleh Unilever yang mencanangkan program Gerakan 21 Hari yang membiasakan pola hidup sehat. Dan ini merupakan langkah yang inovatif yang mengajarkan masyarakat terhadap hidup sehat dan ini sesuai dengan harapan kami di tahun 2011 yaitu program Indonesia cinta hidup sehat," terangnya.

Menurutnya, program hidup sehat yang dicanangkan oleh unilever yang intinya mengajarkan masyarakat sejak dini dengan mencuci tangannya pakai sabun itu, merupakan investasi pemahaman yang sangat luar biasa. Lantaran kelak mereka disuatu saat dewasa nanti dapat menjadi agen-agen perubahan yang membawa hidup sehat.

"Oleh karena itu kami memberikan apresiasi yang sedalam dalamnya kepada PT Unilever Indonesia yang telah mencanagkan program 21 hari membentuk kebiasaan hidup sehat," pungkasnya. (MEL)
Suka artikel ini?

0 Comments