Anak Kecil Dilarang Tiup Balon!

on Oct 10, 2011 at 08:32 WIB

Liputan6.com, London: Pada perayaan Natal tahun ini tampaknya stoking Natal isinya akan sedikit lebih ringan. Banyak mainan favorit anak-anak yang dilarang karena alasan keamanan. Seperti mainan musik ataupun mainan yang menggunakan magnet.

Salah satu mainan yang dilarang adalah balon. Anak-anak usia di bawah delapan tahun dilarang meniup balon tanpa pengawasan orang dewasa.

Larangan balon ini karena mainan ini dapat melukai mereka. Hal ini disebabkan dekrit terbaru di Uni Eropa tentang keamanan mainan seperti yang dilansir Dailymail, Senin (10/10).

Sebuah peraturan yang baru saja diberlakukan mengatakan: "Untuk balon lateks harus ada peringatan bahwa anak di bawah umur harus diawasi dan balon yang rusak harus dibuang."

Memang banyak mainan yang dilarang karena tidak sesuai dengan peraturan yang diberlakukan oleh Brussels. Tiupan pesta, mainan memancing magnetik, lipstik mainan, peluit dan perekam merupakan mainan favorit yang dianggap sangat berbahaya.

Alat tiup pesta yang kerap melepaskan gulungannya ketika ditiup dinilai tidak aman untuk anak-anak di bawah usia 14 tahun akibat mainan yang dimasukkan ke dalam mulut mereka. Para pejabat Uni Eropa mengklaim meniup bisa menyebabkan tersedak. Mereka tidak dapat dijual lagi kecuali jika lulus tes yang ketat.

Beberapa instrumen musik anak-anak, seperti perekam dan peluit, juga dilarang karena mainan itu dapat pecah dan potongan-potongan itu bisa ditelan.

Selain itu, mainan yang mengandung magnet, seperti permainan memancing dan crane kayu dengan magnet, dianggap tidak aman. Langkah ini dilakukan mengingat kasus anak-anak yang menelan magnet kecil yang hancur dan masuk ke dalam usus, yang bisa menyebabkan luka parah.

Dan dalam waktu 18 bulan ke depan, mainan yang mengeluarkan aroma seperti aroma strawberry dari boneka beruang Lots-O’-Hugging, tokoh dalam Toy Story 3, juga akan dilarang. Mainan tersebut dinilai menggunakan bahan kimia untuk menciptakan wewangian.

Aturan ketat itu merupakan bagian dari petunjuk keselamatan mainan yang baru saja diberlakukan. Berdasarkan aturan, anak-anak di bawah usia delapan tahun tidak lagi diizinkan meniup balon, jika mereka tanpa pengawasan.

Semua boneka dan mainan lembut untuk anak di bawah tiga tahun harus dicuci untuk mencegah penyebaran penyakit dan infeksi-dan batas-batas lain telah diterapkan pada mainan yang mengeluarkan suara, termasuk mainan kerincingan bayi.

Dalam aturan Uni Eropa, Inggris harus memastikan bahwa mainan atau kemasan yang dijual disertai peringatan keselamatan. Ada kekhawatiran peraturan baru ini akan menaikkan harga mainan.

Clive Shelton, seorang ahli keamanan mainan, mengatakan, ketentuan baru bagi pemasok untuk memberikan informasi tentang produk mereka dengan rinci sangat menantang.

Anggota parlemen pun akan berdebat tentang masalah ini, sebelum Natal, apakah pemerintah harus memberikan kesempatan untuk memutuskan, melalui referendum, jika mereka ingin meninggalkan Uni Eropa.

Peraturan ini merupakan update dari petunjuk keselamatan mainan pada awal 1990 dan mencakup semua mainan yang dijual untuk anak usia 14 tahun atau lebih muda. Selain itu, mencakup hadiah mainan.(MEL)
Suka artikel ini?

0 Comments