Sukses

BPOM Bekukan Izin Edar dan Minta Produsen Tarik Peredaran Albothyl Cair

Liputan6.com, Jakarta  

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) membekukan izin edar Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat dan meminta produsennya, PT. Pharos Indonesia serta industri farmasi lain yang memegang izin edar obat mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat menarik obat dari peredaran selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Pembekuan Izin Edar.

Demikian keterangan resmi BPOM RI dalam keterangan pers yang ditayangkan di laman resmi BPOM RI, Kamis (15/2/2018).

Selanjutnya, BPOM RI juga mengimbau profesional kesehatan dan masyarakat menghentikan penggunaan Albothyl. Masyarakat yang terbiasa menggunakan obat ini untuk mengatasi sariawan, dapat menggunakan obat pilihan lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1 persen atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C. Bila sakit berlanjut, masyarakat diminta konsultasi dengan dokter atau apoteker di sarana pelayanan kesehatan terdekat.

Profesional kesehatan yang menerima keluhan dari masyarakat terkait efek samping penggunaan obat dengan kandungan policresulen atau penggunaan obat lainnya, dapat melaporkan kepada BPOM RI melalui website: www.e-meso.pom.go.id.

Sebelumnya beredar surat tentang hasil rapat kajian aspek keamanan pasca pemasaran policresulen (Albothyl) dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrasi 36 persen. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa policresulen dalam bentuk cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan pada sejumlah indikasi seperti bedah, dermatologi, otolaringologi, stomatologi dan odontology.

Artikel Selanjutnya
RI akan Impor 100 Ribu Ton Daging Kerbau Tahun Ini
Artikel Selanjutnya
Ubah Pengawasan Permudah Impor Bahan Baku Industri