Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Masturbasi, Apa Iya Membawa Dampak Positif?

Liputan6.com, Jakarta Beberapa pria mungkin malu ketika membicarakan kebiasaan masturbasi mereka. Namun, sebenarnya ada beberapa fakta menarik soal masturbasi bagi pria.

Dikutip dari WebMD, Rabu (14/2/2018), ada beberapa fakta menarik soal masturbasi. Dua di antaranya adalah 'aturan' dalam masturbasi.

1. Masturbasi tidak punya manfaat setara dengan berhubungan seks

Menurut Tobias s. Kohler, MD, MPH, profesor di Southern Illinois University School of Medicine, Springfield, tidak semua orgasme itu sama.

Beberapa studi menunjukkan bahwa hubungan intim memiliki manfaat bagi pria. Termasuk untuk tekanan darah, kesehatan jantung, serta prostat. Namun, dengan bermasturbasi, semua hal tersebut tidak akan akan memiliki manfaat sama.

Tidak ada penelitian yang pasti mengapa ini bisa terjadi. Namun, beberapa penelitian meyakini bahwa tubuh memiliki respon berbeda ketika mengeluarkan air mani saat masturbasi dan berhubungan seks.

Bukan berarti masturbasi tidak menyehatkan. Harvard Health Professional Follow-Up menunjukkan bahwa masturbasi bisa membantu menurunkan risiko kanker prostat.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

1 dari 3 halaman

Aturan dalam masturbasi

2. Tidak bebas risiko

Walaupun lebih aman ketimbang hubungan seks, bukan berarti masturbasi benar-benar aman. Masturbasi yang terlalu sering mampu menimbulkan iritasi pada kulit. Selain itu, tekukan pada penis yang sedang ereksi mampu memecahkan pembuluh darah. Kondisi yang paling mengerikan adalah fraktur atau patah pada penis.

Menurut Kohler, fraktur penis akan membuatnya jadi terlihat seperti terong. Ungu dan bengkak. Untuk ini dibutuhkan pembedahan

Menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, Dokter Andrologi dan Seksologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, masturbasi aman apabila menggunakan benda-benda yang tidak berbahaya.

"Tidak ada dampak negatif asal tidak menggunakan alat-alat yang berisiko," kata Wimpie ketika dihubungi Health Liputan6.com pada Selasa (13/2/2018).

3. Tidak ada aturan waktu dalam masturbasi

Menurut Logan Levkoff, PhD, seksolog dan pendidik tentang seks, masturbasi bukan tentang berapa kali dalam seminggu. Jika Anda melakukan masturbasi berkali-kali dalam sehari merasa sehat, itu bagus.

Namun, apabila melakukan berkali-kali dalam sehari dan membuat Anda kehilangan hidup Anda, ini saatnya bertemu seorang terapis.

Hal ini juga diakui oleh Wimpie. "Tergantung sudah punya pasangan seksual atau belum. Kalau masih single mungkin lebih sering," katanya.

"Tidak ada aturannya," tutup Wimpie.

2 dari 3 halaman

Punya dampak positif

4. Masturbasi tidak menunjukkan hubungan Anda

Menurut Levkoff, mitos bahwa masturbasi merusak hubungan adalah sesuatu yang salah. Hampir semua pria melakukan masturbasi. Masturbasi bukan hanya tentang seks. Ini adalah cara rutin menghilangkan stres, menjernihkan pikiran sebelum bekerja atau tidur.

5. Masturbasi bagus untuk kehidupan seks Anda

Walaupun tidak sebaik berhubungan seks, masturbasi menyokong kehidupan seks itu sendiri. Pria bisa belajar tentang apa yang disukai wanita dengan cara masturbasi.

"Saya pikir wanita akan lebih puas secara seksual dalam hubungan mereka jika mereka melakukan masturbasi sama seperti pria," kata Levkoff.

Menurut Ian Kerner, PhD, terapis seks dan penulis She Comes First, beberapa orang terpikat pada rangsangan tertentu yang tidak dapat mereka lakukan dengan pasangan.

Namun, Kerner menambahkan hal tersebut adalah pengecualian.

"Bagi sebagian besar pria, masturbasi adalah hal yang sehat. Saya biasanya lebih peduli dengan pria yang berhenti melakukan masturbasi -- yang mungkin menjadi tanda kecemasan atau masalah kesehatan-- daripada pria yang melakukannya secara teratur," kata Kerner.

Artikel Selanjutnya
Apa Itu Selingkuh Mikro dan Tanda Pasanganmu Selingkuh
Artikel Selanjutnya
Apa yang Terjadi pada Vagina Bila Wanita Berhenti Bercinta?