Sukses

Bagaimana Cara Menentukan Seseorang Sudah Meninggal atau Belum?

Liputan6.com, Jakarta Apakah Anda pernah mendengar atau melihat seseorang yang dinyatakan meninggal oleh dokter, namun setelahnya dia bangun seolah tidak terjadi apa-apa?

Seorang pria di Spanyol yang dinyatakan meninggal oleh tiga dokter sebenarnya masih hidup. Dokter baru menyadari itu ketika mendapati pria tersebut mulai mendengkur di atas meja otopsi, menurut laporan berita.

Pria berusia 29 tahun Gonzalo Montoya Jiménez, adalah seorang tahanan di sebuah penjara di utara Spanyol. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di selnya pada hari Minggu (7/7). Dia diyakini meninggal, menurut outlet berita Spanyol La Voz de Asturias. Tiga dokter forensik memeriksa Jiménez dan membuat sertifikat kematiannya.

Tapi 4 jam kemudian, tepat sebelum otopsi Jiménez, dia terdengar membuat suara bising di meja otopsi, dan ternyata dia masih hidup. Tubuh Jiménez bahkan memiliki tanda yang dilukis di atasnya untuk memandu autopsi, ujar seorang anggota keluarga kepada La Voz de Asturias, dikutip dari laman Livescience (Jum'at, 12/01/2018).

Kini dia sadar kembali dan berada di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Pusat Asturias (HUCA) di Oviedo, Spanyol. 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

 

1 dari 2 halaman

Bagaimana hal itu terjadi?

 

Menentukan apakah seseorang sudah meninggal atau hidup mungkin terdengar cukup sederhana, namun tidak ada pedoman universal untuk kapan dokter harus menyatakan seseorang yang telah meninggal.

"Anda meninggal saat dokter mengatakan bahwa Anda meninggal," Dr. James Bernat, seorang ahli saraf di Sekolah Tinggi Geisel Dartmouth College di New Hampshire, mengatakan kepada Live Science dalam sebuah wawancara tahun 2014.

Secara garis besar, seseorang dapat dinyatakan meninggal saat satu dari dua hal terjadi: jantung mereka berhenti berdetak dan tidak berdetak lagi, atau mereka mengalami 'mati otak'. Seseorang dianggap mati otak saat ia tidak lagi memiliki aktivitas neurologis di otak atau batang otak - yang berarti tidak ada impuls listrik yang dikirim antar sel otak.

Dokter melakukan sejumlah tes untuk menentukan apakah seseorang mati otak, seperti memeriksa apakah individu tersebut dapat memulai napasnya sendiri, Dr. Diana Greene-Chandos, asisten profesor bedah saraf dan neurologi di Ohio State University Wexner Medical Center, mengatakan kepada Live Science dalam sebuah wawancara 2014.

Dalam kasus baru-baru ini, keluarga Jiménez mengatakan Jiménez menderita epilepsi, dan mereka menduga kondisinya mungkin telah diduga berperan dalam keadaan yang tidak biasa dari kematiannya, menurut La Voz de Asturias. Beberapa orang dengan epilepsi dapat mengalami kondisi yang disebut katalepsi, atau keadaan "trancelike" di mana otot mereka menjadi kaku dan tidak merespons rangsangan.

Ini bukan pertama kalinya seseorang dinyatakan meninggal saat mereka ternyata masih hidup. Misalnya, pada tahun 2014, seorang wanita berusia 91 tahun di Polandia dinyatakan meninggal dan menghabiskan 11 jam di kamar mayat sebelum staf menemukan tas tubuhnya bergerak dan menemukannya hidup, menurut BBC.

Artikel Selanjutnya
Aroma Miss V tak Sedap? Waspada Kanker Serviks
Artikel Selanjutnya
TBC Gerogoti Tubuh, Ully Ulwiyah Hidup dengan Satu Paru-paru