Sukses

Lagi Sakit, Bolehkah Disuntik Vaksin Difteri?

Liputan6.com, Jakarta Pemberian vaksin difteri biasanya dalam kondisi tubuh yang sehat. Namun, ada kalanya kondisi tubuh tiba-tiba menurun dan Anda mungkin sakit.

Sementara itu, jadwal untuk suntik vaksin sudah ditetapkan. Apakah Anda tetap boleh disuntik vaksin atau sebaiknya ditunda saja?

Ketika ditemui dalam acara Seminar Awam "Mengenal Lebih Dekat Penyakit Difteri", dokter spesialis anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Nina Dwi Putri memberikan penjelasan.

"Kalau lagi sakit sekadar batuk dan pilek saja ya tidak apa-apa. Itu masih boleh disuntik vaksin difteri," jelas Nina di Gedung IMERI-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, ditulis Senin (1/1/2018).

Suntik vaksin difteri akan ditunda jika orang yang bersangkutan mengalami demam. Orang tersebut baru boleh disuntik vaksin setelah demamnya menghilang.

Jenis vaksin difteri yang diberikan berupa DPT-Hb-Hib (usia di bawah 1 tahun dan sampai anak usia 5 tahun), DT (5-7 tahun), dan Td (di atas 7 tahun dan dewasa di atas 19 tahun).

 

 

Simak video menarik berikut:

1 dari 2 halaman

Pakai masker

Vaksin memang cara ampuh untuk menghindari tertularnya difteri. Namun, ada cara sederhana lain untuk menghindari difteri.

Anda sebaiknya memakai masker. Bakteri difteri ini ditularkan lewat percikan air ludah, misal, dari batuk dan bersin.

Selain itu, perhatikan jarak aman bila menghadapi orang yang diduga difteri. Jarak amannya, yakni lebih dari 1,5 meter.

  • Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
    Difteri
Artikel Selanjutnya
Wanita Hamil Harus Dapat Vaksin TT, Buat Apa?
Artikel Selanjutnya
Berobat Baru Sebentar, Pasien TBC Bisa Kebal 2 Obat Ini