Sukses

Penulis Buku Balita Bermuatan LGBT Akan Segera Dipanggil KPAI

Liputan6.com, Jakarta Pihak penerbit buku yang buku terbitannya mengampanyekan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) menyatakan, halaman buku yang diunggah ke media sosial pada Desember 2017 dipastikan adalah buku lama yang sudah ditarik di pasaran.

Halaman buku yang bertuliskan, "Opa bisa jadi waria”, “Fafa merasa dia wanita”, dan “Ada waria suka wanita" ini diduga memuat konten LGBT dan tidak patut dibaca anak-anak. Konten tersebut dari buku berjudul “Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar).

Buku ditulis oleh Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa. Buku ini diterbitkan Pustaka Widyatama pada tahun 2010. Klarifikasi penerbit Pustaka Widyatama ini disampaikan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Jumat, 29 Desember 2017.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti memberikan penjelasan, mengapa konten buku itu masih beredar di masyarakat.

“Buku sudah terlanjur dibeli orangtua. Jadi, penerbit buku sulit menarik (seluruh) buku yang sudah dibeli. Kecuali orangtua mengembalikan buku yang dibelinya ke penerbit untuk dihancurkan,” tulis Retno dalam keterangan rilis kepada Health Liputan6.com, ditulis Minggu (31/12/2017).

Buku yang mengandung konten LGBT ini sudah ditarik sejak tahun 2011-2012. Ini didorong banyaknya komplain dari pembaca. Sejak saat penarikan itu, penerbit tidak memproduksi dan mengedarkan buku itu lagi.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

 

1 dari 2 halaman

Dikembalikan kepada penerbit

Dalam sesi klarifikasi kepada KPAI, penerbit juga mengimbau, apabila saat ini masih ditemui buku tersebut di pasaran, maka penerbit memohon kepada pembeli agar mengembalikan buku itu ke penerbit.

Bagi konsumen yang sudah terlanjur membeli secara perorangan, penerbit bersedia membeli kembali buku, yang kemudian akan dihancurkan. Lantas apakah sudah ada komunikasi antara Pustaka Widyatama dengan penulis buku terkait beredarnya konten buku yang heboh ini?

“Penerbit sudah melakukan komunikasi dengan penulis. Penulis juga siap jika dipanggil ke KPAI. Untuk itu, KPAI akan mengirimkan surat panggilan kepada Intan Noviana dan  Purnama Andri Murdapa langsung ke yang bersangkutan,” Retno menambahkan.

KPAI akan meminta penulis membawa buku-bukunya yang lain, khususnya Intan Noviana. Ini karena Intan sangat produktif menulis buku untuk Balita Belajar Membaca.  

KPAI khawatir, buku terbitan Intan lainnya masih terselip kata-kata yang memuat konten yang tidak layak. Pemanggilan direncanakan pertengahan Januari 2018.

Artikel Selanjutnya
Orangtua Bisa Lapor KPAI jika Anak Kecanduan Gadget
Artikel Selanjutnya
KPAI Buka Layanan Pengaduan Anak Kecanduan Gadget