Sukses

3 Tantangan Terbesar Jadi Ibu Tunggal

Liputan6.com, Jakarta Menjadi orangtua tunggal, termasuk ibu tunggal tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang dihadapi ketika menjadi orangtua seorang diri. Dia harus berjuang untuk diri sendiri juga anaknya.

Di antara sekian banyak tantangan ada tiga terbesar yang dihadapi ibu tunggal. Berikut tantangan serta solusinya seperti mengutip laman Your Tango, Jumat (22/12/2017).

1. Merasa kesepian

Ketika masih ada suami, hari-hari yang sulit bisa dilalui berdua, tapi ketika sendiri tidak lagi. Tak jarang, usai lelah mengasuh anak rasa kesepian muncul. Menurut terapis hubungan Laura Bonarrigo, usai wanita tak lagi memiliki suami terkadang merasa terisolasi. Namun, satu hal yang perlu ditekankan ada banyak orang yang menemani dan mengalami hal sama.

"Ibu tunggal sebaiknya memilih berteman dengan sekelompok teman yang membuat nyaman, sehingga membantu melangkah maju dan mempercepat kesembuhan 'sakit hati' Anda," kata Laura.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut:

1 dari 2 halaman

Masalah finansial

2. Mandiri secara finansial

Ketika dahulu masih berdua, penghasilan berasal darinya atau berdua. Namun, ketika harus sendirian menanggung beban ekonomi itu pasti berat.

Solusi akan tantangan ini adalah mempelajari pengaturan uang dengan kondisi yang baru. "Salah satu caranya dengan meminta bantuan perencana keunganan untuk membantu menata keuangan. Mereka akan membantu membuat anggaran Anda, termasuk gaya hidup," kata Laura.

3. Khawatir akan masa depan

Setiap orang yang menikah pasti membayangkan hal indah-indah. Namun, tidak siap dengan bayangan harus sendirian apalagi menjadi ibu tunggal. Sehingga tak heran, ketika ada banyak masalah terjadi usai menjadi ibu tunggal, Anda khawatir dengan masa depan diri dan anak.

"Percayalah, Anda diberi kesempatan untuk mampu melewati itu semua. Yakin bahwa kebahagiaan dahulu bisa datang kembali. Dan percaya bahwa anak-anak akan baik-baik saja," tutur Laura.

Salah satu caranya dengan berada di lingkungan yang mendukung Anda. Seperti keluarga besar atau tetap menjalin hubungan dengan sahabat.

Artikel Selanjutnya
Ibu dengan Banyak Anak di Asmat Dihantui Risiko Kematian
Artikel Selanjutnya
Balita Bicara Pernikahan Dini dengan Cap Tangan Warna-warni