Sukses

Jangan Anggap Bercanda Bila Teman Berkata Ingin Bunuh Diri

Liputan6.com, Jakarta Bila ada seorang teman atau anggota keluarga mengatakan keinginannya untuk bunuh diri jangan dianggap hal sepele.

"Enggak boleh (disepelekan). Setiap pernyataan keinginan untuk bunuh diri dari harus ditanggapi secara serius," kata spesialis kedokteran jiwa, Tjhin Wiguna.

Lebih baik, usai dia mengatakan hal itu, tanyakan lagi secara baik-baik alasan ingin bunuh diri. Misalnya mengatakan "Kamu ada apa, kenapa berpikir ingin bunuh diri?".

"Sesudah dia menjawab, tanyakan kepadanya adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk menolong atau membantunya," kata psikiater anak dan remaja ini memberi pesan.

Bila dia mengungkapkan alasan bunuh diri adalah hal serius, Tjhin menyarankan untuk membantu orang tersebut bisa mencari pertolongan dari profesional.

"Kalau dia mengatakan dia sudah mumet banget, rasanya hidup ini tidak berarti lagi dan bila meninggal bisa menyelesaikan masalah, sebaiknya bantu dia mencari pertolongan profesional. 'Mau enggak kita antar?'," kata psikiater anak dan remaja ini.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

1 dari 2 halaman

Jangan lakukan ini

Pastikan tidak untuk menertawakan, mengolok-olok dan menghakimi, atau menyepelekan keinginan bunuh diri seorang teman atau keluarga. Tidak perlu juga menyinggung keimanannya.

"Kan kadang-kadang ada juga yang bilang 'Ih kamu kok enggak beragama sih, kayak gitu aja pengen bunuh diri'. Yang seperti ini tidak boleh, ini berarti menyepelekan," pesan Tjhin.

Lebih baik tetap hargai perasaan dia. Biarkan orang tersebut mengungkapkan isi hatinya. Jangan lupa, tawarkan bantuan untuk menolongnya. 

 

 

Artikel Selanjutnya
Diserang karena Sering Menyebut Winner, Nam Tae Hyun Naik Pitam
Artikel Selanjutnya
Komentar soal Depresi, Baekhyun EXO Minta Maaf