Sukses

Khasiat Minum Teh Panas Tiap Hari untuk Mata

Liputan6.com, Amerika Serikat Minum secangkir teh panas tiap hari (setidaknya satu kali sehari) dapat menurunkan risiko glaukoma--penyakit mata akibat kerusakan pada saraf mata. Temuan ini dipublikasikan di British Journal of Ophthalmology.

Glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Kondisi ini menyebabkan tekanan cairan yang ada di dalam mata (tekanan intraokular) sehingga merusak saraf optik. Kondisi ini memengaruhi 57,5 ​​juta orang, yang diperkirakan meningkat menjadi 65,5 juta pada 2020.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, kafein dapat mengubah tekanan intraokular (tekanan bola mata). Namun, belum ada penelitian yang membandingkan dampak minuman tanpa kafein dan berkafein terhadap risiko terjadinya glaukoma, dilansir dari Science Daily, Sabtu (16/12/2017).

Para peneliti melihat data dari Survei Kesehatan dan Gizi Nasional 2005-2006 di Amerika Serikat. Ini adalah survei tahunan yang mewakili nasional sekitar 10.000 orang, baik mencakup wawancara, pemeriksaan fisik, maupun sampel darah.

Survei dirancang untuk mengukur status kesehatan dan gizi orang dewasa dan anak-anak di AS. Di antara 1.678 peserta yang punya hasil pemeriksaan mata, 84 orang  (5 persen) orang dewasa mengidap glaukoma.

Mereka ditanya, seberapa sering dan berapa banyak minum minuman berkafein dan tanpa kafein, termasuk minuman ringan dan es teh. Pengumpulan data ini dilakukan selama 12 bulan sebelumnya menggunakan kuesioner.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 2 halaman

Efek minum teh panas

Hasil temuan dari penelitian, partisipan yang minum teh panas setiap hari memiliki risiko glaukoma yang rendah. Bahkan, partisipan yang minum teh panas (74 persen) cenderung tidak mengalami glaukoma.

Namun, survei tidak menanyakan tentang faktor, seperti seberapa besar ukuran cangkir, jenis teh, atau lamanya waktu pembuatan teh, yang mungkin bisa memengaruhi penurunan risiko glaukoma.

Di sisi lain, teh mengandung antioksidan dan bahan kimia antiinflamasi dan neuroprotektif, yang dikaitkan penurunan risiko kondisi serius, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Artikel Selanjutnya
8 Minuman Sehat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah
Artikel Selanjutnya
Berkhasiat untuk Kecantikan, Jangan Anggap Remeh Cuka Putih