Sukses

Diet Tidak Konsisten, Apa Efeknya?

Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda diet untuk menurunkan berat badan secara signifikan hanya untuk menaikkannya kembali sebelum mulai menurunkannya lagi?

Pola seperti itu--dikenal sebagai weight cycling--bisa sangat merugikan tubuh. Beberapa ahli bahkan mengatakan, perilaku tersebut bisa mengganggu fisik dan psikologi.

“Akan lebih baik bagi seseorang untuk mengadopsi gaya hidup sehat yang berkelanjutan,” ujar  Riley Thornton, RDN, seorang spesialis diet dan kesehatan pada University of Alabama di Birmingham, melansir Health, Kamis (13/12/2017).

Pada sebuah studi yang dilakukan pada wanita usia pertengahan, weight cycles berpeluang menyebabkan makan menjadi lebih tidak terkendali. Dan bagi mereka yang tidak bisa mengendalikan makan atau diet, tentunya akan berakibat naiknya berat badan.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

1 dari 2 halaman

Susah jaga berat badan

Perilaku seperti ini akan sulit untuk mendapat bentuk tubuh yang baik dibandingkan mereka yang konsisten terhadap berat badannya.  

Michelle May, MD, pendiri and CEO dari Am I Hungry?, dan penulis dari Eat What You Love, Love What You Eat, mengatakan perilaku makan berlebihan merupakan dampak yang sangat umum dari pembatasan makanan.

Setelah makan berlebihan, orang biasanya akan kembali melakukan diet, “dan begitulah awal dari weight cycling.” Ketika diet sulit untuk dipertahankan, “hal tersebut akan mendorong ide seperti weight cycle yang mana akan menggagalkan program diet mereka,” ujar Michelle.

Artikel Selanjutnya
Begini Lo Diet Sehat yang Paling Dianjurkan Para Pakar
Artikel Selanjutnya
Ini Bahaya Jika Wanita Hamil Nekat Lakukan Diet Mayo