Sukses

Kenapa Harus Sarapan Sebelum Pukul 09.30?

Liputan6.com, Jakarta Melewatkan sarapan dapat mengganggu jam internal tubuh, yang bisa berakibat pada kenaikan berat badan. Walaupun seseorang tidak makan berlebihan pada jam lain, seperti makan siang atau sekadar mengemil, risiko kenaikan berat badan dapat terjadi.

Kebiasaan makan yang tidak teratur dan melewatkan sarapan sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

Peneliti dari Universitas Tel Aviv (TAU) dan Hebrew University di Israel menemukan efek sarapan terhadap jam internal tubuh, yang mengatur glukosa dan insulin setelah seseorang makan.

"Studi kami menunjukkan, sarapan memicu jam internal tubuh, yang mengarah ke kontrol glikemik--angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat--yang lebih baik," kata Daniela Jakubowicz dari TAU.

Jam internal tubuh, yang lebih dikenal dengan ritme sirkadian, tidak hanya mengatur perubahan metabolisme glukosa. Ritme sirkadian juga mengatur berat badan, tekanan darah, dan fungsi endotel (sel yang mengatur pembuluh darah).

"Agar kontrol jam internal tubuh ini berfungsi. Maka, waktu sarapan yang tepat itu sebelum pukul 09.30. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan keseluruhan metabolisme tubuh, peluang penurunan berat badan, dan menunda komplikasi yang terkait dengan diabetes tipe 2," ucap Daniela, dikutip dari Hindustan Times, Rabu (6/12/2017).

 

 

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 2 halaman

Efektif untuk penurunan berat badan

Penelitian sarapan yang dikaitkan dengan diabetes dan kenaikan berat badan diikuti 18 partisipan sehat serta 18 partisipan yang obesitas juga diabetes.

Hasil temuan, baik individu sehat maupun penderita diabetes, sarapan dapat memperbaiki sistem jam internal tubuh.

"Penurunan berat badan juga lebih efisien. Ini juga berkaitan dengan peningkatan kadar glukosa dan insulin setelah makan siang," jelas Daniela.

Sementara itu, saat partisipan melewatkan sarapan, jam internal tubuh yang terkait dengan penurunan berat badan justru turun.

Kondisi ini menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin sehingga bisa membuat berat badan seseorang naik.

Artikel Selanjutnya
Tak Mau Tiket Pesawat Hangus Saat Libur Panjang? Ini Triknya
Artikel Selanjutnya
Cerita Korban First Travel Gagal Berangkat Umrah