Sukses

Kemenkes Tak Bisa Sendiri dalam Wujudkan Indonesia Bebas TB 2030

Liputan6.com, Jakarta Indonesia masuk sebagai salah satu dari 75 negara yang tergabung dalam koalisi global yang berkomitmen mengakhiri tuberkulosis (TB) di 2030. Guna mewujudkan hal tersebut di Indonesia, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan perlu kerja sama multiksektor.

"Tidak mungkin Kemenkes mengatasi ini sendiri. Saya lebih senang menyebutnya kerja holistik," katanya di hadapan sekitar lebih dari 600 orang dari berbagai instansi pemerintah, LSM dan swasta di Jakarta Pusat dalam Akselerasi Menuju Indonesia Bebas TB 2030 di Jakarta, Senin (4/12/2017).

Nila mengatakan, perlu memperkuat kolaborasi di semua tingkatan dan kalangan, baik itu pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, swasta, organisasi kemasyarakatan atau keagamaan dan profesi untuk bersama-sama-sama mengakhiri TB. Terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah pasien terbanyak kedua setelah India. 

Di kesempatan yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Negeri Tjahjo Kumulo serta beberapa kepala daerah, Nila meng prioritas setiap provinsi dan kabupaten/kota  memberikan komitmen kuat mendukung program penanggulangan TB.

Nila juga mengimbau kepada pemerintah daerah memiliki rencana pengendalian TB yang didukung pembiayaan APBD atau swasta. Sehingga program penanggulangan dan pencegahan TB bisa dikerjakan bersama-sama oleh dinas kesehatan serta dinas-dinas terkait.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

1 dari 2 halaman

Standar Pelayanan Minimal

Kementerian Dalam Negeri bakal mendukung program percepatan eliminasi TB di Indonesia. Salah satunya lewat fasilitas rancangan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan yang tercantum TB di dalamnya. Penerapan SPM Kesehatan yang sesuai dengan ketentuan berlaku menjadi bagian dari indikator kinerja pemerintah daerah

Selain itu, seluruh daerah didorong untuk memasukan program pengendalian dan penanggulangan TB ke dokumen perencanaaan pembangunan dan penganggaran daerah.

Dia juga mengajak ke masyarakat untuk berani memeriksakan kesehatan. "Menggerakkan PNS dan karyawan di seluruh Indonesia, tidak haya berani memeriksa kanker serviks, TBC. Ini setidaknya untuk mempercepat bahwa Indonesia adalah negara yang sehat," kata Tjahyo di kesempatan tersebut. 

 

Artikel Selanjutnya
Jokowi: Negara dengan Ketahanan Pangan Kuat, Ambil Kendali Dunia
Artikel Selanjutnya
Peneliti LSI: Jokowi Sudah Berupaya Tekan Oligarki, Tapi...