Sukses

Kepribadian Juga Bisa Prediksi Kesehatan, Kamu yang Mana?

Liputan6.com, Jakarta Ternyata, tak hanya pancaindra, kepribadian pun bisa menunjukkan kondisi kesehatan seseorang. Seperti apa?

Menurut laman Boldsky, Senin (4/12/2017), kepribadian dapat memengaruhi kesehatan seseorang, terutama secara mental. Cek bagaimana kepribadian Anda bisa memengaruhi kesehatan seperti berikut.

1. Pemalu

Jika Anda pemalu, masalah terbesar yang Anda hadapi adalah mengatasi rasa takut dan berkomunikasi dengan orang asing. Faktanya, orang yang pemalu sering kali mengalami masalah kesehatan yang tidak terdeteksi karena sering kali tidak menyampaikan keluhan yang dirasakan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Northwestern di Chicago, orang yang pemalu menghindari interaksi sosial dan akibatnya berisiko 40 persen mengalami serangan jantung atau stroke dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki sifat tersebut.

Studi yang sama juga menemukan bahwa orang yang pemalu sering gagal untuk mengomunikasikan masalah dan gejala mereka ke tim medis setiap kali berkonsultasi ke dokter. Inilah yang menyebabkan banyak penyakit tetap tidak terdeteksi.

Untuk mengatasinya, siapkan daftar semua gejala dan masalah kesehatan yang Anda rasakan sebelum mengunjungi dokter. Dengan cara ini, bahkan jika Anda lupa mengomunikasikan sesuatu yang penting, Anda akan memiliki catatan yang bisa disampaikan ke dokter.

2. Romantis

Orang-orang yang romantis cenderung menyentuh pasangan mereka lebih banyak daripada mereka yang tidak memiliki sifat romantis. Selain itu, orang yang romantis juga lebih banyak melakukan kontak fisik, baik melalui pelukan, ciuman maupun aktivitas seksual. Hal ini diketahui dapat menjaga tingkat oksitosin dalam darah mereka naik dan tekanan darah mereka rendah.

 

Saksikan video menarik berikut :

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Optimistis

Menurut sebuah studi selama 30 tahun yang dilakukan oleh Mayo Clinic di Amerika Serikat, orang yang optimistis secara positif dapat memengaruhi tubuh mereka dengan cara berikut. Pertama, mereka mengurangi risiko kematian sebanyak hampir 50 persen dibandingkan dengan orang yang pesimistis.

Kedua, orang optimistis memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Hal ini dikaitkan dengan pemikiran positif yang dapat berpengaruh pada kesehatan seseorang.

4. Disiplin

Orang yang disiplin sering menjadi patokan dan kepercayaan di lingkungan mereka. Alasannya, mereka menjunjung tinggi komitmen dalam melakukan aktivitas.

Salah satu langkah yang biasanya dilakukan oleh orang yang disiplin adalah kunjungan tahunan mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan. Mungkin, karena itulah sebuah studi yang diterbitkan oleh University of California menemukan bahwa orang-orang yang disiplin cenderung hidup sampai empat tahun lebih lama dari mereka yang impulsif.

5. Terlalu cemas

Kekhawatiran yang berlebihan sangat mudah memicu stres. Hal ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan makan, sindrom metabolik, neurosis, dan psikosis.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk mengatasi kecemasan Anda dengan menyugesti diri. Misalnya, dengan memerintahkan otak untuk tidak memikirkan hal tersebut.

Perintah sederhana ini akan menghubungkan pikiran dan mengingatkan dua hal. Pertama, Anda tidak memiliki kendali atas situasi dan karenanya harus berhenti khawatir. Kedua, Anda bisa mengubah situasi dan harus fokus pada solusi daripada mengkhawatirkan, karena kekhawatiran tidak akan menyelesaikan apa pun.

Artikel Selanjutnya
Tak Punya Passion? Kenali Keahlian Anda Dengan Cara Berikut
Artikel Selanjutnya
5 Tips Wawancara Kerja bagi Anda yang Introvert