Sukses

Ancaman Penyakit Intai Kamu yang Suka Adonan Kue Mentah

Liputan6.com, Amerika Serikat Anda mungkin sering tergoda mencicipi adonan kue yang mentah dari mangkuk. Jika ingin mempertahankan perilaku tersebut, sebaiknya Anda berpikir lagi.

Penelitian terbaru memaparkan, tepung terigu kering yang menjadi bahan pembuat kue dapat mengandung beberapa bakteri yang sangat jahat bagi tubuh.

Bahkan, adonan kue bisa menyebabkan infeksi E coli, seperti diare dan keram perut. Studi baru ini menyelidiki 56 kasus infeksi jenis E coli tertentu yang terjadi di Amerika Serikat antara Desember 2015 dan September 2016.

Dilansir dari Science Alert, Sabtu (2/12/2017), penelitian difokuskan pada orang yang suka makan adonan kue. Tepung terigu kering merupakan habitat bakteri.

Jenis bakteri E coli, diidentifikasi para peneliti biasanya terdapat pada daging dan sayuran berdaun. Temuan ini mengejutkan karena menemukan bakteri tersebut dalam bahan makanan yang sangat kering (tepung terigu).

 

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 2 halaman

Cara menghindari bakteri

Peneliti bisa melacak sumber bakteri terhadap satu pabrik tepung di Kansas City, Missouri. Tidak ada kontaminasi yang ditemukan di pabrik. Kehadiran bakteri itu mungkin lewat kotoran ternak atau rusa di ladang gandum.

Tak hanya itu, bakteri yang sama bisa ditemukan di tepung kering, produk mana saja. Salah satu partisipan yang terkena dampak infeksi E coli mengalami bentuk gagal ginjal yang parah, yang disebut sindrom hemolitik-uraemik.

Cara menghindari bakteri tersebut, sebaiknya orang-orang tak mencicipi tepung yang tidak dimasak. Selain itu, cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah memegang tepung.

Walaupun Anda hanya membersihkan penggulung adonan, harus tetap cuci tangan. Selain itu, memperbolehkan anak bermain dengan adonan kue mentah juga bukan hal yang baik.

Penelitian ini telah dipublikasikan di The New England Journal of Medicine.

Artikel Selanjutnya
Ide Menu Sarapan Pagi yang Praktis dan Wajib Coba
Artikel Selanjutnya
Resep Pepes Tahu Praktis dan Nikmat