Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

5 Cara Remajakan Vagina, Wanita Perlu Tahu

Liputan6.com, Jakarta Wanita tentunya sangat tahu apa saja yang harus dilakukan di atas ranjang bersama pasangan. Mulai dari foreplay, ciuman, hingga beragam posisi seks. Namun tahukah Anda tentang bagaimana memperlakukan vagina usai bercinta?

Vagina juga butuh perhatian khusus dan peremajaan. Tujuannya adalah agar vagina tetap sehat, bugar dan jauh dari infeksi.

Melansir The Health Site, Kamis (30/11/2017), berikut adalah beberapa hal penting yang harus dilakukan pada vagina usai bercinta.

1. Keringkan vagina

Ya, sekarang anda dan pasangan telah mencapai titik klimaks, sudah saatnya anda membersihkan vagina. Gunakan handuk untuk mengusap cairan yang melekat pada vagina. Vagina yang basah rentan pada pertumbuhan bakteri.

2. Bersihkan dengan air hangat

Ada baiknya jika Anda membersihkan vagina dengan air hangat usai bercinta, tanpa sabun. Meski vagina dapat membersihkan dirinya sendiri, air hangat dapat membuat vagina menjadi lebih rileks usai bercinta. Selain itu air hangat juga dapat mencegah infeksi bakteri dan jamur. 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

 

1 dari 2 halaman

Buang air kecil

3. Buang air kecil

Buang air kecil usai bercinta dapat membantu mengatasi ISK yang akan membersihkan bakteri yang menempel pada vagina.

4. Konsumsi yogurt

Yogurt adalah makanan ringan terbaik yang bisa Anda dapatkan setelah berhubungan seks. Mengapa? Karena itu adalah gudang bakteri baik, yang melengkapi tubuh Anda, membantu mengembalikan keseimbangan pH vagina dan menawarkan perlindungan dari infeksi ragi di sana.

5. Minum air putih

Biasakan minum satu atau dua gelas air putih. Ini akan mencegah dehidrasi pada vagina. Selain itu, cara ini adalah pilihan terbaik untuk peremajaan vagina agar tetap menghasilkan lubrikasi saat bercinta.

Artikel Selanjutnya
Banyak Pria Tidak Tahu Letak Vagina, Kok Bisa?
Artikel Selanjutnya
Kenikmatan yang Bisa Bahayakan Vagina