Sukses

Menguak 8 Kebiasaan Mengganggu yang Banyak Dilakukan Orang

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin memperhatikan kebiasaan yang dilakukan seseorang. Kebiasaan tersebut bisa saja aneh dan tidak wajar bagi Anda.

Orang yang bersangkutan bisa saja tidak menyadari apa yang dilakukannya sendiri. Dilansir dari Reader’s Digest, Kamis (23/11/2017), para pakar menguak beberapa kebiasaan aneh yang sering dilakukan orang.

Suka berdehem

Ehem, ehem! Orang yang terus berdehem mungkin mengalami masalah hidung, yang disebut rinitis kronis, yang menghasilkan produksi lendir berlebihan. Kebiasaan ini biasanya akibat alergi, seperti tungau atau debu.

Hal ini biasanya bisa diobati dengan obat anti-alergi. Penyebab berdehem lainnya, yaitu acid reflux. Kondisi terjadi saat asam melewati perut ke atas menuju kerongkongan, lalu tenggorokan membengkak.

Lendir menempel pada jaringan yang membengkak, menyebabkan suara serak dan batuk.

 

 

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 5 halaman

Berkata “seperti" atau "Anda tahu”

Orang sering mengucapkan kata, “seperti" atau "Anda tahu?” mungkin sangat bijaksana. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Language and Social Psychology, para peneliti memeriksa lebih dari 260 transkrip percakapan normal.

Orang-orang yang menggunakan "kata-kata pelengkap percakapan" ini cenderung lebih teliti. Kata tersebut merupakan penanda yang menyiratkan keinginan untuk berbagi pendapat dengan orang lain.

Terlalu banyak mengekspos diri sendiri di medsos

Aktif di media sosial (medsos) memang membuka wawasan. Anda bisa bergaul dengan orang banyak. Ada juga orang yang memanfaatkan medsos dengan lebih banyak mengekspos soal dirinya sendiri. 

Peneliti Harvard menemukan, mengekspos diri sendiri justru mengaktifkan area otak yang terkait dengan penghargaan (nucleus accumbens dan area tegmental ventral)—ingin dihargai orang lain.

2 dari 5 halaman

Gigit kuku

Anda mungkin suka melihat kebiasaan orang menggigit kuku. Sifat perfeksionisme mungkin menjadi penyebab utama orang menggigit kuku, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry.

Temuan lain menemukan, kebiasaan menggigit kuku termasuk bentuk pemuas saat seseorang dilanda situasi yang tidak memuaskan untuk dirinya sendiri, baik pekerjaan atau aktivitas lain.

Mengeluh alami penyakit ringan

Ada orang yang sering sakit perut pada hari Senin atau kelenjar getah bening yang bengkak pada hari Selasa. Kebiasaan tersebut mungkin sering terjadi. 

Penyakit ringan yang dikeluhkan ini mungkin merupakan pertanda penyakit gangguan kecemasan, yang melibatkan kekhawatiran berlebihan.

Bahkan dokter biasanya tidak bisa menenangkan ketakutan terhadap orang yang terkena penyakit tersebut. Tidak ada penyebab yang pasti orang menderita penyakit ini. 

Gangguan ini biasanya muncul antara usia 25-35 tahun. Terapi dan obat antidepresan tertentu dapat membantu mengobati kecemasan.

 

3 dari 5 halaman

Suara bersin yang keras

Suara bersin seseorang yang keras bisa membuat siapa pun kaget. Ketika bersin, alergen merangsang saraf trigeminal rongga hidung dan memicu refleks dari diafragma ke otak.

Otot terlibat dalam membangun tekanan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan alergi melalui bersin.

Perbedaan anatomi individu, seperti kekuatan perut, ukuran trakea, dan volume paru-paru dapat menyebabkan beberapa suara bersin menjadi sangat keras. Orang lain mungkin secara alami menggunakan lebih banyak otot saat bersin. 

Untuk mengurangi suara bersin yang keras, letakkan jari telunjuk di dasar hidung dan sedikit dorong ke atas. Ini akan mengurangi tingkat bersin atau bersin pun batal terjadi.

4 dari 5 halaman

Pengemudi mudah marah

Pengemudi mudah marah-marah di jalan raya bisa jadi fenomena yang kerap terjadi. Dalam sebuah studi di Colorado State University, pengemudi yang membawa mobil pribadi jauh lebih mungkin mudah marah daripada mobil umum lain atau transportasi publik.

Kemarahan timbul, seperti mengencangkan atau membunyikan klakson sebagai bentuk ekspresi yang spontan terjadi.

Bicara terlalu cepat

Bingung menangkap ucapan teman yang bicaranya terlalu cepat. Anda tak perlu heran. Bicara yang terlalu cepat bisa jadi akibat gangguan bicara yang disebut cluttering.

Orang-orang dengan kelainan ini memiliki intonasi yang tidak normal dan jeda pada kalimat yang tidak masuk akal.

Orang yang bicaranya cepat dengan kalimat teratur rapi berarti otak mereka mungkin memiliki kekuatan untuk melampaui tuntutan bicara lancar yang normal. 

Hal ini tidak selalu berarti buruk. Orang yang bicaranya cepat punya sifat mudah diajak komunikasi.

 

Artikel Selanjutnya
7 Kebiasaan Dianggap Baik Ini Dapat Merusak Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Alasan Tersembunyi Mengapa Anda Merasa Malas Setelah Makan Siang