Sukses

Curhatan Nurnaningsih, Penghias Pelaminan Kahiyang-Bobby di Medan

Liputan6.com, Jakarta Nurnaningsih membangun usaha dekorasi pelaminan adat sudah lebih dari 20 tahun. Dalam kurun waktu yang tidak sebentar itu, ia bisa menghitung dengan jari berapa kali mendapat klien dari keluarga petinggi. Tahu-tahu sekarang, usaha Istana Penganten yang ia rintis dengan peluh dan air mata, dipercaya mengurusi pelaminan adat pernikahan anak dan mantu Presiden Joko Widodo.

Keberuntungan menaungi perempuan berjilbab ini. Ia ditunjuk langsung oleh ibu mertua Kahiyang Ayu, Ade Hanifah, yang merupakan teman satu pengajian di Sejuta Umat. Ade langsung menunjuk Istana Penganten karena dulu pernah mengurusi pernikahan kakak dari Bobby Nasution.

Siapa yang mengira kalau kelak Ade Hanifah bakal menjadi besan dari orang nomor satu di negeri ini. Kerja keras yang Nurnaningsih perlihatkan saat menangani pelaminan anak perempuan Ade justru berbuah manis sekarang.

"Kita menyambut ini dengan senang hati dan sukacita," kata Nurnaningsih kepada Liputan6.com di Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 23 November 2017.

Menurutnya, tidak ada perbedaan mencolok saat menangani pelaminan adat untuk kakak Bobby Nasution, maupun untuk Kahiyang-Bobby. "Sama saja. Bedanya, ini agak lebih meriah, berkenaan dengan anak Presiden Jokowi," kata Nurnaningsih.

Istana Penganten yang berada di Jalan Setiabudi Nomor 17 C, Titi Bobrok, Medan, hanya melibatkan 15 orang untuk mendekorasi pelaminan adat pada rangkaian acara Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Mulai dari acara Haroan Boru atau menyambut menantu, pemberian marga, dan penabuhan gordang sembilan.

"Karena memang anggota kami cuma segitu," kata dia. Proses pengerjaan sudah dilakukan satu minggu yang lalu.

 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

 

1 dari 2 halaman

Perlakukan karyawan bak keluarga

Perempuan yang akrab disapa Bu Neneng ini menceritakan bahwa dari dulu tidak pernah mempekerjakan karyawan lebih dari jumlah itu. Ia selalu menganggap para pekerjanya sebagai anak atau keluarga sendiri. Karena dengan begitu, Neneng berharap pekerjanya ini sudah bisa berdiri sendiri saat memutuskan keluar.

Bagi Nurnaningsih, ada kepuasan tersendiri bisa melihat karyawannya memperoleh kesuksesan yang sama dengannya. Dulu menjadi karyawan, setelah keluar dan memiliki usaha sendiri, dan malah memiliki karyawan.

"Baik pekerja laki-laki maupun perempuan, kalau keluar dari saya harus mandiri. Kami usahakan mereka bisa mandiri," kata dia.

Saat disinggung apakah pekerjanya ini mendapatkan bonus setelah menangani klien sekelas Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, Neneng menjawab,"Insya Allah. Bonusnya masih rahasia," kata dia.

Begitu pun saat ditanya berapa biaya buat mendekorasi pelaminan adat tersebut, perempuan keturunan Aceh ini lagi-lagi menjawab,"Harga keluarga. Kan ibunya Bobby teman sepengajian saya."

Menurut Neneng, dengan ikut dilibatkan dan menjadi salah satu vendor dalam acara ngunduh mantu Kahiyang Ayu-Bobby Nasution saja dia sudah merasa senang. Bagi dia, pengalaman yang mungkin saja sekali seumur hidup itu jauh lebih berharga.

"Semua ini kehendak Yang Maha Kuasa," kata dia sembari meminta doa agar semuanya berjalan lancar dan Kahiyang-Bobby puas dengan hasilnya itu.

Neneng dan para karyawan punya satu harapan, yaitu bisa berfoto dengan Presiden Jokowi.

"Foto sama presiden kami sudah sangat luar biasa hadiahnya. Kami bisa menghias (pelaminan) anak presiden, Alhamdulillah," kata dia.