Sukses

Gunung Agung Meletus, Cek Dampak Abu Vulkanik pada Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Gunung Agung mulai menyemburkan abu vulkanik dari ketinggiannya, 3.031 meter di atas permukaan laut pada Selasa, 21 November. 

Akibat gunung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali, ini meletus, tentunya ada banyak hal yang harus diwaspadai masyarakat sekitar. Salah satunya adalah dampak dari abu vulkanik bagi tubuh.

Mengutip Carleton.edu, abu vulkanik adalah efek yang paling mematikan saat gunung meletus. Ini karena abu vulkanik membawa gas beracun yang bisa berbahaya bagi semua makhluk hidup.

Dalam abu vulkanik, terkandung berbagai partikel dan gas berbahaya, seperti aerosol. Termasuk juga di dalamnya: karbondioksida, sulfat, asam hidroklorik, dan asam hidroflourik.

Selain itu, abu vulkanik yang disemburkan saat gunung berapi seperti Gunung Agung meletus juga bisa mengganggu pandangan dan mengurangi penglihatan. Sehingga harus sangat diwaspadai bagi mereka yang membawa kendaraan.

Simak video berikut ini:

 

1 dari 3 halaman

Efeknya bagi kesehatan

Menghirup abu vulkanik bisa sangat fatal bagi kesehatan manusia, karena kandungan aerosol dan gas beracun pembentuknya.

Efek kesehatan akibat abu vulkanik termasuk: gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, dan iritasi kulit.

1. Simtom gangguan pernapasan (jangka pendek)

- Hidung berair- Tenggorokan sakit/batuk-batuk- Sesak napas- Kemungkinan bronkitis

2. Simtom gangguan penglihatan (jangka pendek)

- Mata gatal dan merah- Abrasi kornea atau goresan (bisa menyebabkan konjunctivitis)- Robekan

Salah satu efek jangka panjang dari paparan abu vulkanik adalah silicosis. Silicosis adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan dan bercak pada paru-paru.

Penting juga diingat, abu vulkanik juga bisa mempengaruhi dan merusak persediaan air di daerah terdampak.

2 dari 3 halaman

Upaya perlindungan diri

Untungnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya abu vulkanik. Sebagai berikut:

1. Gunakan pakaian pelindung, goggles (pelindung mata), dan masker debu.

2. Menutup ruangan

3. Mereka yang sudah memiliki kondisi gangguan awal pernapasan harus memastikan diri selalu berada di dalam ruangan.

4. Basahi parikel abu dan debu untuk mencegah pergerakan.

5. Ketika mengemudi, pastikan menjaga jarak aman antar kendaraan

6. Hindari melakukan gerakan fisik yang melelahkan, karena harus menarik napas berat bisa mengakibatkan penghirupan partikel jadi lebih dalam di paru-paru.