Sukses

Asyiknya, Mahasiswa Undip Bisa Makan Gratis Bermodalkan Skripsi

Liputan6.com, Jakarta Mahasiswa dan mahasiswi akhir Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, tidak usah bersedih jika skripsi yang sedang kamu kerjakan direvisi melulu.

Sebab, coretan dari dosen pembimbingmu itu bisa kamu jadikan "kupon" makan sepuasnya secara cuma-cuma alias gratis di warung makan ayam goreng ini.

Warung makan Gepuk Gembus Undip punya satu promo menarik untuk kamu yang sedang berjuang merampungkan pendidikannya.

 

 

Promo lagi gaes, untuk mahasiswa semster akhir bergembiralah, silahkan datang ke gepuk gembus undip. Syarat dan ketentuan berlaku.

A post shared by Gepuk Gembus Undip (@gepukgembusundip) on

Manajemen memberikan kamu reward berupakan makan gratis sepuasnya, hanya dengan membawa skripsi yang dicorat-coret dosen pembimbingmu. Namun, syarat dan ketentuan berlaku.

Promo itu sudah menyebar ke banyak akun media sosial pada Senin, 13 November 2017. Warganet tentu saja merespons dengan penuh suka cita. Kapan lagi bisa makan gratis dengan hanya menunjukkan skripsi yang dicoret-coret?

"Ha ha ha menang banyak dong mahasiswa jaman now," tulis @yanarahmadinah di kolom komentar akun @gepukgembusundip.

Bahkan, ada mahasiswa dari kota lain yang menginginkan gratisan tersebut.

"Mahasiswa Unair Surabaya boleh ke sana juga gak min wkwkwk," tulis @uqi_aisana.

 

1 dari 3 halaman

Tujuan Makan Gratis

Rifai, si pemilik usaha Gepuk Gembus ini mengatakan bahwa promo yang baru berjalan pada hari ini bertujuan meringankan beban para mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir.

Rifai tahu betul bagaimana gondoknya perasaan ini jika skripsi selalu direvisi. "Pasti stres karena dicoret-coret dosen. Bawaannya pun lapar. Nah, datang ke Gepuk Gembus, bisa makan sepuasnya tanpa dipungut biaya," kata Rifai saat dihubungi Liputan6.com pada Senin, 13 November 2017.

 

Menurut Rifai, duit mahasiswa tingkat akhir biasanya terbuang hanya untuk skripsi. Untuk biaya mencetak, foto kopi, beli paket internet, tapi ujung-ujungnya malah dicoret-coret.

Memang, itu merupakan bagian dari proses. Oleh karena itu, pihaknya ingin meringankan dengan cara seperti ini.

"Dulu saya kalau uang habis, makan selalu nebeng sama teman dan seadanya. Tergerak dari situ, saya tidak mau asupan gizi mahasiswa tingkat akhir kurang. Saya mau mereka mendapatkan makanan bergizi," kata Rifai.

 

2 dari 3 halaman

Penuhi 8 Syarat Ini Dulu

Setidaknya ada delapan aturan main yang harus kamu penuhi agar bisa makan gratis di warung makan milik Rifai ini.

1. Harus skripsi sendiri. Bukan skripsi teman, pacar, atau bahkan mantan.

2. Bersedia diwawancarai tentang profil, perjalanan menyusun skripsi, dan cita-cita di masa depan serta diupload di media sosial @gepukgembusundip. Siapa tahu bisa main FTV.

3. Skripsi yang dicoret-coret minimal sampai BAB III, supaya kelihatan usahanya buat lulus. Jangan hanya usaha buat move on dari mantan yang diprioritaskan, skripsi juga.

4. Tanggal coretan skripsi minimal 1 November 2017. Sebelum tanggal tersebut tidak berlaku, karena sudah terlalu lama. Emang selama ini ngapain saja, sampai-sampai revisi skripsi tidak dikerjakan?

5. 1 kali draft skripsi yang dicoret-coret hanya berhak makan gratis sepuasnya 1 kali. Begitu balik kosan, kerjakan kembali revisian tersebut, maju lagi ke dosen, dicoret-coret lagi, baru makan gratis lagi.

6. Gratis makan sepuasnya, apa pun menunya dan berapapun jumlahnya. Tidak boleh dibungkus dan wajib makan di warung Gepuk Gabus Undip.

7. Makanan wajib dihabiskan, tanpa boleh tersisa. Ingat, masih banyak saudara-saudara kita yang kelaparan di belahan bumi lainnya.

8. Wajib berdoa sebelum makan gratis. Selalu ingat Tuhan, karena tanpa campur tangannya, kita bukanlah apa-apa.

Semenjak promo ini tersebar ke banyak akun di sosial media, Rifai belum mengecek berapa jumlah mahasiswa akhir yang sudah merasakan promo tersebut.

"Kalau info dari tim, yang datang baru sekadar tanya-tanya free makan apa saja. Kebetulan saya lagi di warung yang satunya lagi," kata Rifai.

Rencananya promo ini berlangsung sampai akhir tahun. Tunggu apalagi?

Artikel Selanjutnya
Penuh Perjuangan dan Berkesan, Pemuda Ini Ikuti CJA Semarang
Artikel Selanjutnya
Mahasiswi Ini Merantau Demi Membanggakan Orang Tuanya di Kampung