Sukses

Pakai Cara Ini, Operasi Kelainan Jantung Anak Akan Berhasil?

Liputan6.com, Jakarta Kelainan jantung bawaan kerap dialami anak-anak usia 1 sampai 5 tahun. Upaya pengobatan biasanya melalui operasi. Namun, tingkat kegagalan operasi cukup besar.

Angka kematian bisa mencapai 20 persen, menurut dr Pribadi Wiranda Busro, SpBTKV dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Untuk mengurangi kegagalan operasi, dr Pribadi melakukan riset khusus.

Ia berhasil menemukan cara agar operasi kelainan jantung berhasil. Hal tersebut didukung dengan adanya pemberian cairan terminal warm blood cardioplegia (TWBC) sebelum klem silang aorta dilepas--salah satu tindakan operasi kardiovaskular.

"Saat operasi, jantung dihentikan denyutnya. Adanya penambahan cairan TWBC ini mencegah terjadinya aritmia (detak jantung tidak normal) setelah klem silang aorta dilepas," kata dr Pribadi dalam acara "Parade Doktor" Hari Kesehatan Nasional 2017 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (13/11/2017)

Jantung pun bisa berdenyut sempurna setelah dihentikan beberapa saat

 

1 dari 2 halaman

Cairan Hentikan Denyut Jantung

dr Pribadi mengungkapkan, pemberian cairan untuk menghentikan denyut jantung saat operasi jantung biasa menggunakan cairan kardioplegia histidine-tyrptophan-ketoglutarate (HTK). Akan tetapi, HTK punya efek samping.

Pasien berisiko tinggi mengalami aritmia setelah klem silang aorta dilepas. Hal ini yang menjadi penyebab, operasi jantung untuk kelainan jantung bawaan gagal.

Cairan TWBC yang ditambahkan, selain cairan HTK, dianggap mampu menurunkan kejadian aritmia.

Artikel Selanjutnya
Ellen Martini, 5 Tahun Berjuang Kalahkan Kanker Payudara
Artikel Selanjutnya
Inilah Kenapa Kebanyakan Pasien Kanker Jadi Sangat Kurus