Sukses

Memahami Bisikan Gaib di Balik Pembunuhan Orang-Orang Tersayang

Liputan6.com, Jakarta Pemeriksaan terhadap dr Ryan Helmi, pelaku dokter tembak mati istri, masih terus dilakukan polisi. Dokter Helmi membunuh istrinya, dr Letty Sultri Jumat 10 November 2017 lalu di Klinik Az Zahra, Cawang, Jakarta Timur.

Dokter Letti tewas setelah diberondong peluru dari senjata api suaminya. Dokter Helmi mengaku tega tembak mati istri karena mengaku mendapatkan bisikan gaib.

"(Karena) Diperintah, diperintah," ujar Helmi, di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jawa, Jumat lalu.

Kejadian pembunuhan anggota keluarga, atau yang seharusnya adalah orang-orang tersayang pelaku, yang dilatari bisikan gaib bukan baru sekali ini terjadi. Bulan September lalu, seorang pria di Cirebon membunuh ibu dan istrinya sendiri.

Sang pelaku, Agus Supriyatna, rupanya mengaku mendapat bisikan halus untuk menumpahkan darah keluarganya sendiri.

Bisikan gaib juga mendorong kejadian yang sangat tragis bulan Februari 2017 lalu di Melawi, Kalimantan Barat. Seorang polisi tega membunuh dan memutilasi dua buah hatinya sendiri, yang masih berusia 5 dan 3 tahun.

Petrus Bakus, pelaku pembunuhan tragis itu menganggap, apa yang dia lakukan adalah perintah dari Tuhan. Dan dia mendapat bisikan gaib untuk melakukan hal tersebut.

Saksikan juga video menarik berikuti ini:

 

 

1 dari 3 halaman

Tak Cuma Pembunuhan Anggota Keluarga

Esteban Santiago, mantan tentara AS yang melakukan penembakan di bandar udara Fort Lauderdale, membunuh lima orang, dan melukai 6. Melansir Huffington Post, Minggu (12/11/2017), petugas federal AS yang memeriksa Santiago mengatakan, pria ini terganggu kejiwaannya dan mendengar suara-suara di kepala yang menyuruhnya melakukan penembakan dan pembunuhan itu.

Mark Rubinstein, seorang psikiater forensik yang sering menjadi saksi ahli untuk berbagai sidang pembunuhan mengatakan, orang-orang yang mendengar bisikan gaib atau suara-suara di kepalanya biasanya memiliki gangguan kejiawaan serius: Paranoid Skizofrenia.

"Simtomnya biasanya delusi dan halusinasi. Hal ini biasanya terjadi pada usia 20-an, usia umumnya simtom skizofrenia mulai muncul," tulis Rubinstein di laman Huffington Post. "Jelas terlihat juga dia (Santiago) mendengar suara-suara-- mengalami halusinasi auditori-- dan halusinasi perintah, yang menyuruhnya melakukan tindak kekerasan."

Menurut Rubinstein, rasa percaya bahwa pikiran seseorang itu dikendalikan oleh pihak luar, atau pikiran iblis dimasukkan ke dalam pikirannya, ada simtom klasik dari skizofrenia.

2 dari 3 halaman

Apa itu skizofrenia?

Rubenstein menjelaskan, skizofrenia, bagaimanapun bentuknya, adalah gangguan mental di mana penderitanya mengalami abnormalitas dalam mengartikan realitas.

Skizofrenia biasanya melibatkan gabungan dari halusinasi, delusi, dan gangguan pemikiran dan perilaku tidak biasa. Hal ini bisa mengganggu fungsi seseorang dalam kesehariannya.

Walaupun sampai saat ini para pakar kejiwaan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab skizofrenia, para peneliti percaya, hal ini adalah gabungan dari genetik, kimiawi otak dan pengaruh lingkungan. Kesemuanya berkontribusi terhadap pengembangan dari gangguan kejiwaan ini.

Tanpa perawatan yang benar, penderita skizofrenia bisa semakin parah kondisinya dan bisa berujung pada kejadian- kejadian naas dan tragis seperti di atas.

Artikel Selanjutnya
Seperti Kasus Pegawai BNN, Angka Suami Bunuh Istri Lebih Tinggi
Artikel Selanjutnya
Aksi Brutal Tersangka Sebelum Bunuh Keluarga di Cirebon