Sukses

Ortu Dapat Laporan Anak Tukang Bully, Jangan Langsung Marah

Liputan6.com, Jakarta Bully atau perundungan merupakan tantangan tersendiri di kehidupan sekolah anak-anak. Bila dapat laporan bahwa anak menjadi pelaku bully, orangtua harus apa?

Pertama-tama anak jangan langsung dimarahi. Ketahui lebih lanjut apa faktor penyebab anak menjadi pelaku bully pada teman-temannya di sekolah, seperti disampaikan psikolog EduPsycho Research Institute, Yasinta Indrianti.

"Ada anak yang tipikal iseng, ada juga yang ikut-ikutan karena mengganggap hal itu tren. Lebih baik lakukan pendekatan dulu penyebabnya apa, karena kan pasti penyebabnya beda-beda," kata Yasinta dalam acara Yupi Speak Up! di Jakarta ditulis Jumat (3/11/2017).

Ketika sudah diketahui penyebabnya, ajak anak untuk duduk bersama. Beritahu dia bahwa perilaku bully bisa memberi dampak negatif. Misalnya dengan menyampaikan 'Kalau kamu melakukan hal itu terus, teman kamu itu bisa hancur lho'.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

1 dari 2 halaman

Beri hukuman bolehkah?

Saat menasehati anak pun tidak dengan emosi. Jika memang ada marah atau kesal, coba tenangkan dulu sebelum memberitahunya.

"Memberi tahu dengan emosi yang 'Heh kamu itu' dengan ketenangan 'Tolong kamu tidak seperti itu lagi'. Itu dua hal berbeda. Yang satu mengeluarkan emosi, satunya lagi tegas tapi jelas," tambah Yasinta.

Jika bisa diberi pengertian, biasanya, kata Yasinta, anak akan memahami hal tersebut.

Memberi hukuman boleh saja. "Sesekali boleh. Tapi setiap kali dia mengulangi perbuatannya lalu dihukum malah menghancurkannya," tambah Yasinta.

Artikel Selanjutnya
Mati Lampu, Wanita Ini Mengaku Tak Tahu Siapa yang Menghamilinya
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Staf BNN Tewas Ditembak Suami, Tak Tahan Hidup Susah?