Banyak yang Bunuh Diri, Pemerintah Buka Hotline

  • Berita
  • 0
  • 06 Jan 2011 22:49
Liputan6.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan membuka hotline 50454. Upaya ini untuk masyarakat yang ingin berkeluh kesah atau mencurahkan isi hatinya. "Kita punya hotline 50454. Itu sifatnya untuk menampung curhat-curhat orang. Hotline tersebut tujuannya memberikan relaksasi. Tugas utama kita mendengarkan," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta, Kamis (6/1).

Menurut Menkes, hotline dibuka karena maraknya fenomena bunuh diri di Indonesia. Meski ada hotline, upaya pencegahan kasus bunuh diri hendaknya dilakukan dari hulu, baik dari segi agama maupun bimbingan orang tua. "Bagaimana agar anak-anak ditanamkan jangan maunya seneng cepat. Hal-hal seperti ini mereka harus tahu," katanya.

Staf pengajar Bagian Psikiatri FKUI/RSCM Dr Suryo Dharmono Sp.KJ (K) mengungkapkan, salah satu indikator stres adalah jika seseorang tidak dapat menikmati dan merasa bingung di waktu senggang atau sedang tidak bekerja. Tanda-tanda stres lain dapat muncul dalam gejala psikologis, seperti perasaan cemas, khawatir, ketakutan, perilaku gelisah, agresif, emosi labil, cepat tersinggung/marah, depresi, malas, apatis, dan sejenisnya.

Sementara secara fisiologis, stres menyebabkan berbagai perubahaan fatal tubuh seperti gangguan pada sistem hormonal, gangguan pembuluh darah dan jantung, gangguan sistem saraf, imunitas tubuh, pencernaan, maupun respirasi. Salah satu jenis stres yang kerap melanda masyarakat terutama pekerja di usia produktif adalah depresi yang banyak disebabkan oleh faktor internal seperti pengalaman buruk masa lalu, kepribadian, dan adanya faktor keturunan.

Sementara gangguan penyesuaian adalah salah satu jenis depresi yang juga seringkali diderita pekerja usia produktif. Ini disebabkan faktor eksternal seperti konflik keluarga, konflik interpersonal, peristiwa kehilangan, kekecewaan maupun perubahan gaya hidup seketika seperti pindah pekerjaan.(Ant/ULF)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler