Sukses

Kisah Seorang Ibu Hamil dengan Rahim Terbalik

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita asal Australia menceritakan pengalaman kehamilannya yang tidak baisa. Melalui akun media sosialnya, ia menjelaskan kondisi medis yang dialaminya bahwa janin kurang tumbuh baik di 12 minggu pertama awal kehamilan.

Yiota Kouzoukas, pendiri situs pakaian pria di Australia bernama Sabo Skirt, berbagi foto soal kemajuan kehamilannya di Instagram. Yang paling mengejutkan, tak hanya janin Yiota yang kurang bertumbuh, melainkan ia punya jenis rahim yang terbalik (retroverted uterus).

Jenis rahim terbalik artinya posisi rahim melipat ke belakang dengan mulut rahim menghadap anus. Padahal, rahim normal menghadap ke depan, sejajar dengan posisi vagina.

Perut Yiota yang membuncit di bagian bawah (tepat di bawah pusar) menjadi perbincangan warganet, dilansir dari 9Honey, Selasa (31/10/2017). Normalnya, perut wanita hamil membuncit pada seluruh perut (mulai di bawah dada).

Perbincangan warganet soal perut Yiota yang membuncit hanya di bagian bawah, tidak membuatnya marah. Ia justru menjelaskan kondisi hamil yang dialaminya dalam keterangan foto di Instagramnya.

 

1 dari 2 halaman

Bentuk perut berbeda

Ia menuliskan, "Aku mendapat banyak pesan dan komentar mengenai perutku. Bukannya aku kesal terhadap komentar yang masuk. Tapi lebih karena aku ingin memberitahukan kondisi ini. Di usia kehamilan 4 bulan pertama ini ternyata aku punya rahim yang terbalik. Kebanyakan wanita dengan jenis rahim ini, janin miring ke depan dan terus tumbuh. Kondisi itulah yang menjadi sebab, perutku tampak lebih kecil dari kebanyakan wanita lain yang hamil berusia 4 atau 5 bulan pertama."

Ia pun menjelaskan kondisinya kepada 200.000 pengikutnya (follower) di Instagram.

Kini, usia kehamilan Yiota sudah memasuki 6 bulan. Perut Yiota sudah mulai membuncit ke depan layaknya kehamilan lainnya. Namun, ia punya masalah lain.

Jaringan parut di ligamen (jaringan lunak yang melekat pada tulang) yang ada di perut rusak. Ia pun harus menghentikan segala olahraga kehamilan agar tidak membahayakan janin. Di sisi lain, ia bersyukur, janinya mulai tumbuh sehat.