Sukses

Tidur Pulas 14 Hari, Siswi SMP Ini Terpaksa Absen Sekolah

Liputan6.com, Banjarmasin, Kalimantan Selatan Siti Raisa Miranda (13) baru bangun dari tidur pulasnya yang panjang.  Remaja yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini tidur selama 14 hari sejak 10 Oktober lalu. Meski begitu, orangtuanya tetap menyuapi makan dan minum, meski sang putri tengah tertidur.

Aktivitas Echa, begitu ia dipanggil, sehari-hari kala tertidur panjang lebih banyak berbaring di ranjang. Ia hanya bangun untuk makan, minum, buang air kecil, dan buang air besar.

Demi mendukung asupan makan, orangtua Echa menyuapi putrinya makan dan minum di kala ia tidur panjang.

"Aktivitasnya ya di ranjang total. Kalau disuapin ya dia mau saja, mau makan. Walaupun makannya enggak banyak. Dari dokter sendiri tidak ada obatnya. Bahkan psikiaternya sendiri tidak tahu penyakitnya apa," tutur Mulyadi, ayah Echa, seperti yang ditayangkan di Liputan6 Siang SCTV, ditulis Kamis (26/10/2017).

Echa tertidur selama 14 hari dan hanya bangun untuk makan, minum, dan buang air kecil maupun besar. (Printscreen Liputan6 Siang SCTV)

Saat tidur, Echa tidak bisa diajak berkomunikasi. Dokter memberikan obat untuk mengatasi tidur yang dialami Echa. Tapi setelah diberikan obat selama tiga hari, kondisi Echa tidak berubah. Ia tetap tidur.

"Selama tiga hari dikasih obat, enggak ada kemajuan. Jadi, saya hentikan obatnya,"  lanjut Mulyadi.

 

 

 

Simak video Echa yang tidur selama 14 hari:

 

1 dari 2 halaman

Tiga kali tidur panjang

Kondisi tidur panjang siswi SMP ini bukan pertama kali dialaminya. Sudah tiga kali dalam dalam setahun ini Echa mengalami tidur panjang.

Orangtua Echa memerhatikan, putrinya mengalami tidur panjang semenjak kecelakaan (tak disebutkan kecelakaan apa), yang dialami putrinya setahun lalu.

Berbagai usaha untuk membangunkan Echa sudah dilakukan. Baik keluarga dan masyarakat sekitar juga berupaya membangunkan Echa, tapi tidak berhasil.

Siti Raisa Miranda atau Echa, yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan diduga mengidap sindrom putri tidur. (Printscreen Liputan6 Siang SCTV)

"Dia bangun di malam  hari. Setelah bangun itu, dia mulai (terlihat) lemah. Dia juga ngomong mau mandi atau makan. Kondisinya masih setengah sadar," tutur ibu Echa, Lili Rusitah.

Echa diduga mengidap sindrom putri tidur. Karena tertidur itulah, ia sampai tidak masuk sekolah.