Sukses

Hasto Wardoyo, Pagi Jadi Bupati, Malam Bantu Ibu Melahirkan

Liputan6.com, Jakarta Usai mengisi Inspirato sebuah program di Liputan6.com siang itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo tak bisa lama-lama bersantai. Hasto harus segera kembali terbang ke Yogyakarta karena seabrek aktivitas telah menantinya.

Hari itu, selain mengurusi daerah yang dipimpinnya, Hasto juga ada jadwal praktek.

"Sesudah ini saya ada praktek jam delapan (malam)," tutur Hasto.

Ya, Bupati Kulon Progo periode 2017-2022 ini seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Ada alasan di balik pilihan ayah empat anak ini tetap praktek di tengah kesibukannya sebagai bupati.

Hasto memaparkan kerja dokter kebidanan dan kandungan itu perlu keterampilan. Mulai dari melakukan operasi caesar, kista, miom, hingga tumor. Terlebih dirinya juga konsultan di bidang infertilitas yang harus bisa mengerjakan inseminasi.

"Jika berhenti praktek, keterampilan tersebut pasti hilang," tuturnya.

Putra daerah Kulon Progo ini pun bersyukur selama menjabat sebagai bupati baik di periode sebelumnya dan sekarang tetap bisa praktek.

"Saya yang beruntung, saya masih bisa menjaga skill itu juga bisa menolong warga," tuturnya.

1 dari 3 halaman

Pelayanan praktek gratis

Saat mengenakan jas putih, Hasto memilih tidak menarik uang. Dia menggratiskan pelayanan di bidang kebidanan dan kandungan kepada pasien yang datang.

"Praktek saya gratis, sebagai bupati, kan etikanya tidak boleh menarik uang dari profesinya," papar pria yang menyelesaikan pendidikan sebagai dokter kebidanan dan kandungan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini di Inspirato

Selama menjabat sebagai bupati, Hasto memilih memberikan praktek di luar Kulon Progo. Dia berpraktek di rumah sakit yang dia dirikan yakni RS Sadewa Babarsari yang secara administratif masuk Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

"Saya tidak enak kalau praktek di Kulon Progo. Kalau di kabupaten sendiri, nanti dipikir pelayanan gratis hanya untuk dipilih kembali. Kan seperti itu rasanya tersiksa. Makanya saya tidak praktek di Kulon Progo, tapi di kabupaten lain dan tetap gratis," tutur pria kelahiran 30 Juli 1964 ini. 

Jam prakteknya pun dipilih pada malam hari, sesudah pekerjaan sebagai bupati selesai. Tepatnya pada Selasa dan Kamis malam saja. 

 

2 dari 3 halaman

Makan di angkringan bareng keluarga

Di tengah kesibukan sebagai bupati yang nyambi jadi dokter, Hasto pun harus pintar-pintar membagi waktu bersama keluarga. Salah satunya dengan makan bersama.

Tak harus makan di tempat mewah seperti mal atau hotel, Hasto dan keluarga kerap memilih yang sederhana. Mulai dari angkringan hingga tempat makan kaki lima jadi tempat favorit.

"Untungnya juga anak sudah besar-besar. Yang pertama sudah jadi dokter, yang kedua baru lulus dokter. Terus masih ada yang sekolah. Jadi ya sudah punya kesibukan masing-masing," katanya.

Walau sibuk dengan aktivitas masing-masing, teknologi amat membantu mendekatkan. Agar komunikasi lancar dia sekeluarga memiliki grup WhatsApp. Jadi segala sesuatu bisa dikomunikasikan dengan lancar.

Hasto pribadi pun meluangkan waktu untuk menyalurkan hobinya. Dua di antaranya yaitu bermain bulu tangkis dan bersepeda. Dia bisa menempuh rute panjang saat bersepeda yakni menyusuri pinggir Selokan Mataram dari Babarsari sampai ke arah Kali Progo.

"Kalau sepeda-an di Kulon Progo nanti malah banyak berhentinya. Ketemu warga berhenti, terus ngobrol. Lihat sesuatu yang enggak beres berhenti. Terus enggak jadi sepeda-annya. Hehehe....," paparnya.

Artikel Selanjutnya
Jokowi-JK Jadi Saksi Nikah Anak Buwas dan Budi Gunawan
Artikel Selanjutnya
Gubenur Jateng: Wali Kota Tegal Dibawa ke Jakarta