Sukses

Jacqueline Pigdon Selalu Kedinginan Selama 20 Tahun

Liputan6.com, Australia Mantan atlet pedayung peraih medali emas Olimpiade asal Australia, Jacqueline Pigdon selalu kedinginan. Kondisi ini sudah dialami selama 20 tahun. 

Rupanya Jacqueline menderita kondisi langka, yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri. Bahkan di musim panas yang terik, Jacqueline perlu mengenakan berlapis-lapis pakaian.

Saat Jacqueline mendayung, pakaian yang ia kenakan berbeda dari atlet dayung lainnya. Jika atlet lain mengenakan kaus dan celana pendek. Jacqueline akan mengenakan pakaian olahraga yang tebalnya berlapis-lapis.

"Tubuh saya tidak bisa memanas (mengatur panas) seperti orang lain. Gigi saya selalu bergemeretak. Bibir saya akan menjadi biru," kata Jacqueline, yang kini berusia 39 tahun.

 

 

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 4 halaman

Tidak nyaman

Jacqueline masih berenang di laut Melbourne yang dingin tiap pagi dan belajar mengemasi sekantong besar pakaian demi menghangatkan dirinya sendiri.

"Saya harus punya legging. Lalu dirangkap celana panjang dan kaus kaki panjang. Saya juga pakai jaket yang bagian atas berbulu lengan panjang. Bahkan jika saya sudah pakai sarung tangan dan kaus kaki sekalipun, saya masih tetap kedinginan," ujarnya, dikutip dari New Zealand Herald, Jumat (12/10/2017).

Tak hanya itu, jika suhu sangat dingin di malam hari saat Jacqueline berada di sebuah pesta. Ia hanya ingin pulang.

"Dalam beberapa kondisi, saya merasa sangat tidak nyaman, ini berdampak pada kehidupan sosial sehari-hari. Untuk mandi pun harus pakai air hangat," lanjut Jacqueline.

2 dari 4 halaman

Pengobatan dan perawatan

Demi keluar dari kondisi yang tidak nyaman, Jacqueline berkonsultasi dengan spesialis kesehatan, yang kemudian memberi resep serangkaian obat herbal dan obat-obatan alami, serta diet detoks.

Jacqueline juga tidak bisa minum minuman dingin atau minuman yang mengandung es.

Jacqueline selalu kedinginan selama bertahun-tahun. (Foto: News)

"Dalam sebulan, saya tidak kedinginan lagi. Saya sangat hangat, gigi saya tidak lagi bergemeretak. Bibir saya tidak biru lagi. Saya sekarang bisa duduk-duduk dengan pakaian normal. Tidak lagi pakai banyak lapisan," ungkap Jacqueline.

3 dari 4 halaman

Sulit diobati

Menyoal kondisi Jacqueline, sebelumnya, suhu tubuh dikendalikan bagian otak, yang disebut hipotalamus, yang juga mengendalikan hormon. Kasus seperti Jacqueline mengalami gangguan hipotalamus.

"Kami tahu, orang-orang dengan gangguan hipotalamus terkadang memiliki kesulitan mengendalikan suhu tubuh mereka sendiri," kata Profesor Joseph Proietto, seorang spesialis endokrin dari Universitas Melbourne.

Kondisi ini cukup sulit untuk diobati. Otak tidak tahu suhu normal dan tidak bisa mengatur tubuh sendiri.

Artikel Selanjutnya
Meski Sudah Meninggal, 5 Selebritas Ini Masih Saja Hasilkan Uang
Artikel Selanjutnya
Idap Demensia Langka, Pelatih Ski Ini Butuh Perawatan 24 Jam