Sukses

Edi, Malaikat Berjas Putih yang Wujudkan Impian Terakhir Pasien

Liputan6.com, Jakarta Hampir setiap hari dokter spesialis anak Edi Setiawan Tehuteru menghabiskan waktunya memeriksa dan mengobati pasien kanker cilik di RS Dharmais Jakarta. Ketika segala daya upaya pengobatan medis tak berhasil membuat sembuh, pasien akan menjalani perawatan paliatif di rumah. 

Edi sering menanyakan kepada pasien yang sudah masuk akhir fase kehidupan tentang permintaan sebelum meninggal. Tak jarang, impian sang pasien ia bantu wujudkan.

"Keinginan terakhir anak kecil itu berbeda dengan orang dewasa. Kalau orang dewasa itu pengen lihat anak menikah, punya cucu dulu. Sementara, keinginan anak-anak itu jauh lebih sederhana," ceritanya usai menuliskan keinginannya di The Living Wall di Cilandak Town Square Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Dia ingat betul ketika salah satu pasien ciliknya yang terkena kanker saraf stadium lanjut bernama Nara pulang berobat dari Australia. "Dokter di sana mengatakan Nara mendapatkan asuhan paliatif. Dan orangtuanya juga setuju," kata Edi.

Saat itu permintaan Nara hanya ingin sekolah. Edi pun berusaha mengubungi kepala sekolah tempat Nara menimba ilmu untuk menerima gadis cilik itu.

"Saya katakan kepada kepala sekolahnya bahwa hidup Nara sudah tidak lama lagi. Saya meminta tolong jangan marahi Nara kalau enggak masuk. Kalau misalnya Nara dapat nilai 4 bisa enggak dapat 10," cerita Edi.

Mendengar permintaan Edi, kepala sekolah syok. Walau begitu tetap mendukung permintaan itu. "Betapa senangnya lihat Nara pulang ke rumah sambil teriak 'Ma, Ma, aku dapat 10," kenang Edi.

Tak lama, Nara pun dipanggil Tuhan.

 Saksikan juga video menarik berikut

 

1 dari 2 halaman

Hadirkan Melly Goeslaw

Tak cuma Nara, Edi juga pernah mewujudkan keinginannya pasiennya bernama Rangga yang terkena kanker otot lurik. Edi bahagia mampu mewujudkan keinginan pasiennya tersebut.

"Rangga ini punya keinginan saat meninggal usai hari ulang tahun ibunya. Dia ingin mempersembahkan lagu Bunda-nya Melly Goeslaw untuk ibunya," cerita Edi. 

"Dan dia mau Melly yang nyanyi lagu itu," tuturnya. 

Beruntung pria berkacamata ini kenal dengan selebritas Pandji Pragiwaksono yang menghubungkan dengan Melly. Akhirnya berhasil menemui Melly dan musisi tersebut berkenan membantu mewujudkan impian terakhir Rangga.

"Aku bersyukur Melly saat itu mau. Melly habis taping di stasiun TV, lalu malam-malam kita ajak ke Tanjung Priok, Jakarta Utara," katanya.

Sesampainya di rumah Rangga, kondisi bocah tersebut sudah lemah, hanya bisa terbaring di kasur. Saat melihat Melly datang, tampak bahagia terlihat dari mata Rangga. 

Melly Goeslaw [Foto: Herman Zakharia/Liputan6.com]

"Esoknya, Rangga sudah enggak ada (Red: meninggal). Tapi dia berhasil memberikan hadiah yang terbaik untuk ibunya di hari ulang tahun," tutur Edi.

Pernah juga Edi membantu memesankan ambulans untuk membantu pasiennya yang punya keinginan terakhir melihat Monas. Ikon Jakarta tersebut, punya daya pikat bagi pasiennya dari luar daerah itu. 

Bagi Edi, ketika bisa membantu mewujudkan keinginan anak-anak seperti Nara dan Rangga, itulah kebahagiaan yang tak terlukiskan.

"Seakan-akan aku bisa mengantar anak itu 'pulang' dengan baik. Dan rasanya tak tergantikan dengan apapun. Suatu kehormatan bagiku mengantar mereka dengan bermartabat," tutupnya.

Artikel Selanjutnya
Nenek Usia 116 Tahun Masih Bugar, Resepnya Kopi Hitam Tanpa Gula?
Artikel Selanjutnya
Demi Anak, Tukang Sapu Hanya Makan Mi Instan Selama 7 Tahun