Sukses

Perkawinan Anak Juga Ada di Keluarga Kaya

Liputan6.com, Jakarta Data UNICEF menunjukkan, perkawinan anak rentan terjadi pada keluarga miskin. Namun, ada satu dari enam anak dari keluarga kaya yang menikah sebelum usia 18 tahun.

"Perkawinan anak ini memang PR besar. Tidak hanya keluarga miskin, ini terjadi di segala tingkatan ekonomi," tutur Deputi Tumbuh Kembang Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin di Jakarta pada Rabu (11/10/2017).

Menurut Lenny, ada beberapa faktor yang membuat seorang anak dari keluarga kaya menikah di usia bawah 18 tahun. Mulai dari kebudayaan yang turun menurun, bisa juga karena keinginan melanjutkan keturunan yang berasal dari keluarga tertentu.

Terkait hal ini, pemerintah lewat Kementerian PPPA membuat pusat pemberdayaan keluarga. Sehingga bisa mengadvokasi keluarga yang masih memiliki pemikiran seperti di atas untuk tidak mengawinkan anaknya di usia bawah 18 tahun.

"Kami targetnya memang bukan hanya mengadvokasi anak tapi juga keluarga. Lalu, anak-anak juga harus pintar, agar bisa mengatakan tidak bila akan dinikahkan di usia muda. Dan keluarganya dipintarkan lewat informasi yang tepat (akan bahaya anak nikah dini)," tutup Lenny.

Perkawinan anak memiliki dampak buruk dari banyak sisi. Pertama, anak perempuan yang hamil di usia muda organ reproduksi belum siap. Bakal muncul risiko komplikasi janin dan angka kematian tinggi. Kedua, memutuskan hak-hak anak perempuan mendapatkan pendidikan. Ketiga, anak perempuan yang menikah usia muda rentan mendapatkan kekerasan.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

Artikel Selanjutnya
Ibu, Ini Rahasia Bikin Anak-anak Betah di Rumah
Artikel Selanjutnya
Romantisme Cinta 22 Tahun Pasangan Down Syndrome