Sukses

Alasan Mengapa Bayi Tak Boleh Lewatkan Fase Merangkak

Liputan6.com, Jakarta Banyak orangtua merasa bahagia ketika anaknya langsung berdiri dan melangkah. Anak yang melewati fase merangkak dan cepat berjalan seringkali dianggap sebagai anak yang kuat dan hebat. Namun faktanya tidak demikian.

Merangkak adalah fase terpenting dalam tumbuh kembang seorang anak. Pada usia 7-8 bulan bayi akan menunjukkan kemampuannya dalam menopang tubuhnya sendiri dengan tangan dan lutut sambil mendorong dirinya dalam gerakan maju atau mundur, seperti melansir laman Kidspot, Rabu (27/9/2017).

Ketika bayi merangkak di tahun pertama kehidupannya, ia akan mendapatkan banyak manfaat dalam kehidupannya kelak. Mulai dari keseimbangan, kosentrasi, perkembangan fisik dan lainnya, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Perkembangan fisik

Ketika bayi merangkak akan ada peningkatan kemampuan pada motorik kasar dan halus, keseimbangan, koordinasi mata-tangan serta kekuatan dalam menopang tubuhnya. Perkembanan ini akan menjadi penyempurna dalam keterampilannya kelak saat tumbuh mulai dari belajar menulis, berlari, mengikat pakaian dan meempar bola.

Visual

Merangkak juga dapat melatih penglihatan seorang anak dalam melihat benda. Ketika mereka melihat benda yang jauh, mereka akan memfokuskan penglihatannya dan tangan untuk meraih benda tersebut. Perkembangan ini akan membantu keterampilan nantinya dalam menangkap, mengemudi atau menulis di papan tulis. 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

 

1 dari 2 halaman

Mental

Mental

Pernahkah Anda mengenal tentang kemampuan otak kanan dan kiri? Nah, agar keduanya berfungsi dengan baik, kedua otak harus bekerja secara bersamaan.

Merangkak adalah salah satu cara untuk melatih kerja otak kanan dan kiri agar dapat berkordinasi dengan baik. Gerakan yang dibutuhkan untuk merangkak menyebabkan kedua sisi otak berinteraksi yang, pada gilirannya, meningkatkan koordinasi dan berujung pada mental yang kuat dan kepercayaan diri.

Kekuatan fisik

Ketika bayi mulai merangkak tandanya ia memiliki kekuatan fisik yang signifikan karena dalam prosesnya, ia dapat menopang tubuh, menjalankan tangan dan kakinya secara bersamaan.

Ketika bayi mulai menarik diri pada perabotan dan berdiri, kurva normal di tulang belakang mereka mulai berkembang dan otot punggung dan kaki bawah mereka mulai menguat. Kondisi ini menandakan jika kedua kakinya sudah kuat dan siap untuk berjalan.

Artikel Selanjutnya
Sandra Dewi Punya Kekhawatiran tentang Janinnya
Artikel Selanjutnya
7 Tanda Aneh di Tubuh Anak yang Harus Cepat Diperiksa Dokter