Sukses

Lelang Keperawanan Bukan Langkah Mengentaskan Kemiskinan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengecam konten jasa lelang perawan yang disebutkan dalam situs nikahsirri.com. Yohana tidak membenarkan cara mengentaskan kemiskinan melalui lelang keperawanan dan kawin kontrak.

"Program ini sudah merendahkan harkat martabat kaum perempuan sebagai manusia. Manusia bukan objek untuk dilelang. Kaum perempuan akan sangat dirugikan dalam lelang keperawanan ini," kata Yohana.

Dalam situs yang dimiliki Aris Wahyudi ini disebutkan ide pembuatan situs nikahsirri.com itu berawal dari keprihatinan terhadap kondisi kemiskinan di Indonesia. Lalu muncul ide, bila anak perempuan dari keluarga tak mampu bisa menghasilkan pendapatan lewat lelang keperawanan.

Tentu saja, pendapat Aris tersebut ditentang Yohana. Wanita yang juga profesor di Universitas Cenderawasih, Papua ini mengatakan, mengatasi kemiskinan bukan dengan melelang keperawanan.

Masih banyak cara untuk mengentaskan kemiskinan, salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi, politik, dan lain sebagainya bagi kaum perempuan seperti disampaikan Yohana dalam rilis Kementerian PPPA, ditulis Senin (25/9/2017).

Yohana pun mengimbau kepada seluruh perempuan agar tidak mudah tertipu atas bujuk rayu dan modus-modus lelang keperawanan atau kawin kontrak. "Jangan pernah terlibat ke dalamnya karena hanya merendahkan martabat kaum perempuan dan menguntungkan pelaku eksploitasi," tegas Yembise lagi.

Aris sendiri sudah ditangkap di rumahnya, di Jati Asih, Bekasi, Minggu dini hari. Usai ditangkap, Aris Wahyudi digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Status tersangka pun diprediksi akan disandangnya.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

Artikel Selanjutnya
Peneliti LSI: Jokowi Sudah Berupaya Tekan Oligarki, Tapi...
Artikel Selanjutnya
KEIN Paparkan Pentingnya Anggaran Negara