Sukses

Ketahui Bahaya dan Efek Samping Kerokan

Liputan6.com, Jakarta Kerokan termasuk salah satu terapi pengobatan tradisional yang sering dilakukan untuk mengusir masuk angin. Jika Anda migrain dan sakit leher, kerokan dapat membuat tubuh kembali pulih dan sehat.

Pengobatan tradisional ini berasal dari Tiongkok, yang dikenal dengan istilah gua sha. Namun, sebelum membiasakan kerokan, ada beberapa efek samping dari kerokan yang perlu diketahui.

Metode kerokan yang menggerakkan uang logam atau alat pipih ke area permukaan kulit tertentu akan menimbulkan tanda memar berwarna merah.

Efek memar ini akan hilang dalam waktu 24-48 jam atau bahkan lebih. Ini tergantung pada kesehatan dan daya tahan tubuh Anda, dikutip dari The Alternative Daily, Sabtu (23/9/2017).

Jika ingin kerokan di leher, pastikan Anda memperhatikan pernapasan. Dalam satu laporan, seorang pasien menderita epiglotitis akut (radang tenggorokan) usai melakukan kerokan.

Namun, kerokan tersebut malah menghalangi saluran pernapasannya. Meskipun kasus ini sangat jarang terjadi, kesalahan bisa saja dialami. Jadi, sebelum Anda kerokan, perhatikan benar-benar kesehatan sendiri.

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 2 halaman

Mentransfer kuman

Kerokan seharusnya tidak menyakitkan. Bekas kerokan hanya bisa membuat permukaan kulit menjadi memar. Hal ini karena melibatkan menggosok atau mengikis kulit dengan uang logam atau alat pipih.

Pembuluh darah kecil, yang dikenal sebagai kapiler, terletak di dekat permukaan kulit. Ketika kerokan, pembuluh darah ini akan melebar dan terbuka. Ini bisa mengakibatkan kulit memar dan pendarahan kecil, dikutip dari Healthline.

Jika terjadi perdarahan, uang logam atau alat pipih yang dipakai bisa mentransfer kuman dan penyakit ke dalam darah. Jadi, perhatikan kebersihan uang logam atau alat pipih yang digunakan.

Artikel Selanjutnya
7 Kebiasaan Dianggap Baik Ini Dapat Merusak Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Pengaruh Sinar Matahari di Kulit Sekarang Bisa Dilihat dari Foto