Sukses

Antisipasi Flu Burung, Banten Siagakan 2 Rumah Sakit Umum

Liputan6.com, Tangerang Banten merupakan provinsi dengan kasus flu burung tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menyiagakan dua rumah sakit umum (RSU) apabila kembali terjadi pandemi influenza dan wabah flu burung.

Sejak 2005, telah terjadi 34 kasus flu burung di Provinsi Banten yang disebabkan virus H5N1. Dari 34 kasus, 31 korban di antaranya meninggal dunia. Ini berarti, kasus kematian akibat kasus flu burung di Provinsi Banten memiliki persentase hingga 94 persen.

"Kasus flu burung tersebar di wilayah Banten sebanyak 34 kasus. Kasus terbanyak ditemukan di kabupaten Tangerang dengan 20 kasus dan 11 kasus di Kota Tangerang," ucap Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, dalam acara simulasi pandemi influenza di Kota Tangsel, Selasa (19/9/17).

Untuk itu, Provinsi Banten menyiagakan RSU Tangerang dan RSU Serang. Hal ini sebagai langkah antisipasi kembali terjadinya infeksi virus yang sudah ada seperti H5N1 atau jika terdapat jenis virus baru seperti H7N9 yang ditemukan di Tiongkok.

"Melihat kasus yang tinggi, kami telah melakukan langkah kebijakan formal dalam penanggulangan bahaya flu burung, di antaranya dengan memberikan fasilitas dan aksesabilitas rumah sakit di Banten," ucapnya.

Dia menjelaskan, dua RSU tersebut telah dilengkapi fasilitas ruang isolasi untuk menangani pandemi influenza dalam kasus flu burung.

Selain memberikan kelengkapan fasilitas, kedua RSU tersebut juga memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat Banten yang kurang mampu dengan menyertakan kartu JKN Nasional atau surat keterangan tidak mampu. 

 

Saksikan juga video berikut ini: