Sukses

Sehat Belum Tentu Aman dari Gangguan Jiwa, Cek 4 Indikatornya

Liputan6.com, Jakarta Saat ini banyak terjadi kasus bunuh diri di Indonesia karena depresi. Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja tanpa memandang batasan umur. Banyak masalah yang mendasari seseorang mengalami gangguan masalah kejiwaan, baik secara mental maupun emosional, seperti stres karena masalah ekonomi dan akademis.

Kesehatan jiwa adalah kondisi seseorang untuk dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial. Lalu, individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Penjelasan ini diatur dalam UU No 18 Tahun 2014 mengenai Kesehatan Jiwa.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 6 persen remaja Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami masalah gangguan mental emosional. Di sisi lain, ada 1,7 permil penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia.

Ada beberapa indikator gangguan kesehatan jiwa menurut Ketua Komite Medik RSJH, Dr. Agung Frijanto, S.KJ saat ditemui di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, dalam rangka hari pencegahan bunuh diri sedunia 2017, Senin (18/9/2017).

1. Kebijakan kependudukan atau perkotaan yang kurang tepat, kekacauan sistem nilai sosial budaya, pola hidup berubah, turunnya toleransi dan kepedulian sosial, ketidakpastian persaingan, serta kekerasan.

2. Meningkatnya gangguan perilaku sosial, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perceraian, anarkisme, kriminalitas, dan gaya hidup berantakan.

3. Gangguan perilaku kelompok, seperti kenakalan remaja, narkoba, dan pelecehan.

4. Gangguan jiwa individual.

Masuknya individu atau kelompok masyarakat dari berbagai macam latar belakang sosial ekonomi, etnis, budaya, pola hidup, adaptasi yang berbeda ke dalam lingkup terbatas menjadi akar permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan. Mereka akan susah beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga mengalami gangguan jiwa, seperti depresi. 

Program 12 Indikator Keluarga Sehat yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan telah memasukkan kesehatan jiwa sebagai salah satu indikatornya. 

(Michelle Tania)

Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Tak Usah Takut Imunisasi dengan Vaksin MR, Mengapa?
Artikel Selanjutnya
Yogyakarta Waspada Peningkatan Jumlah Warga Gangguan Jiwa