Sukses

Hari Ini, Tim Investigasi Kasus Bayi Debora Mulai Bekerja

Liputan6.com, Jakarta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, mengatakan tim investigasi khusus yang menangani kasus kematian bayi bernama Tiara Debora mulai bekerja hari ini.

"Mulai hari ini, tim investigasi itu sudah mulai bekerja dengan melakukan audit medis. Tim itu sudah mulai mencari data-data medis dan sebagainya yang ada di rumah sakit," katanya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kata dia, akan mengumpulkan pihak-pihak terkait, terutama yang ada saat bayi Debora meninggal dunia.

"Hasil investigasinya nanti akan bergantung dari kelengkapan data-data yang berhasil dikumpulkan tim investigasi. Semakin cepat terkumpul datanya, semakin cepat juga auditnya," ujar Koesmedi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sekaligus ketua tim investigasi, Tienke Maria Margaretha, meminta Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, Fransisca Dewi, menyiapkan seluruh sumber daya manusia yang terkait dengan peristiwa tersebut.

"Kami minta supaya RS Mitra Keluarga menyiapkan seluruh SDM yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, sekaligus dokumen-dokumennya untuk memaksimalkan hasil investigasi. Kami ingin investigasi ini cepat selesai," ungkap Tienke.

Dia menuturkan, tim investigasi terdiri atas 19 orang yang berasal dari Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS), Badan Persatuan Rumah Sakit, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak DKI Jakarta, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

Tiara Debora, anak pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi, mengalami sesak napas pada 3 September 2017, lalu dibawa ke RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Bayi berusia empat bulan tersebut kemudian mendapat penanganan di IGD. Setelah itu, dokter menyarankan agar Debora dirawat di ruang PICU.

Lantaran tidak sanggup membayar biaya perawatan di PICU, keluarga berusaha mencari rujukan rumah sakit lain. Namun Debora meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan rujukan. 

(Cornea Khairany/AntaraNews) 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

Artikel Selanjutnya
Ada Bercak Darah di Lokasi Pasutri Jepang yang Tewas Terpanggang
Artikel Selanjutnya
BNN Ikut Kejar Pembunuh Pegawainya di Bogor