Sukses

Ini Konsekuensi Kalau Memendam Iri Hati

Liputan6.com, Jakarta Dalam lingkungan yang kompetitif, sangat mudah untuk merasa iri hati pada kesuksesan orang lain. Kadang kita tidak mengakui munculnya rasa iri di dalam hati, namun monster hijau dalam diri ternyata tidak hilang semudah itu. Secara insting, manusia memang mempunyai sifat dasar berkompetisi ataupun iri sebagai bentuk pertahanan diri. Walau wajar, rasa iri perlu diwaspadai dalam berhubungan dengan orang lain.

Iri hati akan mempengaruhi tidak hanya pikiran namun juga tindakan yang seseorang lakukan. Iri hati bisa membuat seseorang hanya fokus akan kelemahan dirinya daripada fokus bagaimana menjadi sukses lewat kerja keras.

Menurut laman lifehack.org pada Jumat (15/9/2017), orang yang iri dibutakan oleh cita-cita mereka sendiri karena mereka justru terlalu fokus pada pencapaian yang dilakukan orang lain. Mereka tidak memahami bahwa pencapaian yang dilakukan orang lain bisa tercapai melalui proses yang mungkin tidak mudah. Orang yang iri hati dibutakan oleh kelebihan mereka sendiri dan tidak bisa melihat bahwa orang lain juga memiliki kelemahan.

Bila Anda menghabiskan waktu hanya memikirkan bagaimana orang lain bisa sangat beruntung mendapatkan promosi, mendapatkan kemudahan dalam hidupnya, Anda tidak akan menjadi orang yang lebih baik. Pada kenyataannya akan banyak orang yang lebih pintar, lebih baik, atau lebih kuat di sekitar kita. Iri hati membuat seseorang mengarahkan hidup mereka untuk meminta lebih.

 

1 dari 2 halaman

Ingat apa tujuan yang ingin dicapai

Cara yang bisa Anda lakukan dalam tahap iri pada kesuksesan orang lain adalah mengingatkan diri Anda akan tujuan dan cita-cita Anda sendiri. Apa sebenarnya yang menjadi visi Anda selama ini, bukan apa yang dicapai oleh orang lain.

Saat Anda hanya Anda fokus pada tujuan Anda sendiri, Anda akan semakin mendekati pencapaian tujuan Anda. Tahu apa yang menjadi tujuan Anda adalah motivasi terbaik yang Anda punya.

Terlepas dari rasa iri hati akan membebaskan Anda dari hal yang tidak realistis dan tidak produktif. Anda akan dapat mengukur pencapaian hanya bila Anda tahu apa tujuan Anda, bukan mengukurnya dengan pencapaian orang lain. Lagipula, berbahagia atas kesuksesan orang lain akan lebih memberikan banyak kesempatan kerja sama daripada iri akan apa yang mereka capai.

(Lilin Rosa Santi)

Artikel Selanjutnya
Ditinggal Nikah Mantan, Haruskah Langsung Cari Pengganti?
Artikel Selanjutnya
5 Penyebab Sering Terjadinya Perselingkuhan dalam Pernikahan